Minggu, 08 Agustus 2010

I am A Leader

Oleh M. Jei

Sering saya merenungi masa demi masa kehidupan saya. Semasa masa kecil hingga sekarang, lingkungan dimana saya berada, orang tua yang telah melahirkan dan sebagainya. Suatu ketika muncul pertanyaan? Mengapa ada orang kok enak sekali ya ... begitu lahir “oek” sudah menjadi anak raja, menjadi anak presiden dan menjadi anak seorang pemimpin lainnya. Mereka diuntungkan dengan status, ya khan? Ugh... betul-betul enak sekali, dan mulianya dia.

Tetapi kembali saya merenung, teringat akan ungkapan suci..”bahwa orang yang paling baik adalah orang yang bertaqwa” Plong rasanya perasaan ini. Berarti sayapun mempunyai peluang yang sama untuk seperti mereka. Bukan seperti mereka tapi justru seperti orang tua mereka. Sebagai seorang raja atau seorang presiden. Mungkinkah? Sangat mungkin!!

Ya, ya harus menjadi seorang pemimpin jawabnya.

Pemimpin? Haruskah menjadi seorang pemimpin yang formal? Berstatus? Menjabat? Di organisasi? Bisa ya bisa tidak. Kata manajemen modern, beberapa syarat menjadi seorang pemimpin harus bervisi, kompeten, profesional dll. Kata Ki Hajar Dewantara pemimpin itu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.

Salah satu ilustrasi yang indah tentang seorang pemimpin diceritakan seperti ini. Sekelompok orang yang tersesat di hutan belantara, saling bertengkar dalam menentukan arah kemana harus dituju. Sebagian mengatakan harus ke kiri, sebagian berkata harus ke kanan, sebagian lagi lurus, dan sebagian yang lain mengatakan harus kembali. Pertengkaran begitu hebat, namun tidak menghasilkan penyelesaian, karena semua juga tidak yakin akan pendapatnya. Tiba-tiba ada salah seorang diantara mereka tiba-tiba mencari pohon yang paling tinggi dan memanjatnya. Setelah itu dia turun dan berkata, kita harus ke arah sebelah sana karena disana ada sungai, dan nanti kita telusuri sungai itu, kita tahu di sekitar sungai biasanya ada perkampungan penduduk dan kita pasti selamat.

Sahabat, sudahkan terdetik dalam diri akan karakter seorang pemimpin, meskipun sedikit. Setiap diri adalah pemimpin. Memimpin diri sendiri juga tidak kalah susah memimpin orang lain, ya khan? Memimpin lisan untuk tidak ngarasani saja susah..he..he..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar