Rabu, 11 Agustus 2010

Make It Simple

M. Jei

Sering terdengar ungkapan “nggampangke” sebuah ungkapan dari bahasa Jawa yang berarti membuat mudah suatu hal. Sekilas tampak berkonotasi negatif, mencerminkan sikap yang tidak mau ambil pusing, tidak peduli dan cenderung lari dari tanggung jawab. Atau kadang-kadang malah menutupi ketidakberdayaan kita akan suatu hal.

Tetapi, saya sering mendapati bahwa ada problem ditangan si A, tampak begitu rumit dan berbelit, sedangkan bila ditangan si B, tampak begitu enteng dan mudah penyelesainnya. Kenapa ya..? Tidak usah jauh-jauh, contohnya di kehidupan kantor, ketika kita punya problem pekerjaan kita merasakannya berat sekali, tetapi begitu kita konsultasikan dengan atasan ternyata penyelesainnya menjadi gampang dan sederhana.

Lho kenapa mereka bisa seperti itu? Bisa jadi karena mereka ilmunya lebih banyak dari kita, lebih matang dari kita, cara pandang yang lebih luas, yang jelas bukan berarti lebih tua dari kita..he..he.. usia bukan jaminan man.

Sesungguhnya setiap kita bisa menyederhanakan segala problem asal tahu ilmunya, sekali lagi tahu ilmunya. Problem nggak bisa beli baju akan sangat tidak berarti apa-apa bagi yang punya duit he..he... Berarti tugas kita selanjutnya adalah Leaning and Doing. Make It Simple don’t Make It Difficult, but Don’t Make It Trouble.

Bagaimana pendapat Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar