Selasa, 10 Agustus 2010

Memuji adalah senjata hebat

Memuji adalah senjata hebat
M. Jei

Aku tak bisa menyembunyikan kegembiraanku, ketika aku dipuji, begitupun sebaliknya…tak bisa berbohong dalam menutupi kegundahan saat di-nyek apalagi dihina salah satu kawan. Barangkali aku mewarisi tradisi-tradisi kuno layaknnya seorang priyayi bangsawan dari keraton, yang selalu ingin di-subyo-subyo. Apakah ini baik? Apakah ini buruk? Aku tidak tahu …yang jelas namanya dipuji telah mengantarkan kegembiraan luar biasa di dada ini.

Pernah terbayang dampaknya ketika Anda memuji? Oke..lah, mulai ini saja, ingat-ingat dulu, sudah berapa kali Anda memuji pasangan hidup Anda? Seberapa sering memuji rekan kerja Anda. Atau barangkali pernahkan Anda dipuji seseorang yang Anda anggap baik, Anda anggap terhormat, Anda segani, Anda cintai??? Pernahkan Anda merasa dampaknya begitu hebat pada kehidupan Anda??

Dalam segi marketing, dampak pujian sungguh luar biasa, warung sate kecil di pinggiran Blora sana berubah drastis menjadi sangat ramai setelah dikunjungi wakil presiden dan mengatakan enak tenan. Begitupun ada seorang kawan yang ketiban durian runtuh (padahal kalau betulan benjol khan he..he..) ketika para warga mengatakan ... wah si Anu itu waga hebat, maka pantas dijadikan ketua RT. Pujiannya membanggakan dan membuat berbunga-bunga hati tapi efeknya ini lho… jadi ketua RT, salah satu pejabat publik yang paling tidak disukai.

Demikianlah, puji-memuji…tapi yang jelas apapun bentuknya telah memberikan efek motivasi yang tinggi untuk suatu kegembiraan. Bukankan dengan gembira Anda akan berproduktif???

Bagaimana pendapat Anda??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar