Sabtu, 28 Agustus 2010

Ngapain “Bengkerengan” bila tidak Prinsip

M. Jei

Bila dilihat kejadian di sekitar kita bahkan di dunia ini suatu peperangan, suatu perpecahan, suatu perkelahian, bahkan suatu perceraian sebetulnya disebabkan oleh hal-hal yang remeh temeh. Kecil dan tidak berprinsip. Namun hal-hal yang remeh-temeh ini dibuat hiperbola dibesar-besarkan dan seakan-akan menyentuh ubun-ubun harga diri kita.

Sesungguhnya rumusnya sederhana agar tidak terjadi ”bengkerengan” atau perkelahian atau perselisihan. Tanyakan saja kepada diri sendiri “untung dan ruginya apa sih?” Dengan pertanyaan sederhana ini saya rasa bisa meredam amarah yang mendidih, menurunkan tensi dan mengalahkan ego. Kita sendiri akan capek mengurusi hal yang kaya ginian, menjadi tidak berproduktif, tumpul ide, dan sibuk mencari alasan pembenar sikap kita.

Lalu timbul pertanyaan? Lho gimana caranya membedakan itu prinsip dan tidak prinsip? Gampang! Tanyakan lagi aja kepada diri sendiri lagi, kalau urusan ini aku perpanjang untung ruginya apa buat saya dan organisasi saya? Untung dan rugi tidak harus bersifat material, tapi apa saja yang berdampak positif atau negatif bagi kehidupan ini. Tapi bila itu akan berdampak besar pada kehidupan kita, ke ujung bumipun harus diselesaikan. Gampang khan? Gitu aja kok repot, kata Gusdur.

Nantikan seri lanjutannya, Memaafkan tidak sama dengan Mengampuni.

Bagaimana opini Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar