Ngikut ber-Prestasi
M. Jei
Setiap kali membaca koran akhir-akhir ini, selalu disuguhi berita seputar Piala Dunia. Menyenangkan sekali ketika membacanya. Prestasi-prestasi hebat terukir disana. Itu semuanya membuatku iri. Maka akupun tidak mau kalah, pikiranku malayang-layang mencoba mencari mengurai, dan mengumpulkan prestasi-prestasiku dari kecil hingga sekarang. He..he..wah agak susah mencarinya. Akhirnya sambil malu-malu pada diri sendiri, kucatat yang kuanggap sebagai prestasi. Semua kutulis rapih. Setiap kali kondisi agak down, kubaca-baca lagi tuch prestasi agar timbul semangat lagi. Orang kok narsis...begitu kata istriku yang saat ini sedang hamil muda.
Prestasi-prestasiku tentu tidak sebanding dengan prestasi para pesohor dunia itu. Bagaimana bisa sebanding, masak prestasi juara sepakbola sejagat akan sebanding dengan juara catur tingkat RT. Sungguh nggak ada apa-apanya. Dari sisi manapun tidak bisa dibandingkan, apalagi dari sisi hadiah dan uangnya, wow...jauh bagai bumi dan langit...nggak akan ketemu. Tapi masih saja hal itu kubangga-banggakan, paling tidak pernah menjadi juara pikirku.
Ternyata, bila ditelaah lebih jauh para pesohor dunia itu harus melewati jalan yang terjal, licin, berbatu dan banyak rintangan untuk sampai di pulau prestasi nan indah itu. Seorang David Beckham harus berlatih menendang bola siang dan malam untuk sampai pada tembakan pisang yang maut itu. Berlatih-berlatih dan terus berlatih tanpa kenal lelah sampai prestasi tercapai.
Mbah-mbah di lereng gunung sana yang berjalan menyusuri jalan setapak sambil menggendong kayu, teman-teman sekantor yang melejit karirnya, rumah tangga teman yang harmonis, kepiawaian kawan dalam bersosialisasi, kedermawanan sahabat yang tak terhenti, dan segudang prestasi sekitar kita layak menginspirasi kita untuk selalu berdaya, berkekuatan, tak kenal lelah untuk terus bergerak dalam mencapai prestasi-prestasi.
Bagaimana pendapat Anda?
Kumpulan catatan-catatan sehari-hari sebagai upaya kecil dalam mewujudkan insan yang berkarakter baik lagi kuat untuk kemandirian, kehormatan dan kemuliaan. Multisales, menggambarkan bahwa hakekat setiap peristiwa adalah "PERNIAGAAN - PENJUALAN". Apapun yang kita miliki harus bisa diubah menjadi hal yang bernilai dan bermakna dengan talenta yang kita punya, yang telah diberikan oleh Tuhan sebagai tanda kesyukuran dan kemanfaatan. MULTISALES - MULTITALEN (-T)
Selasa, 10 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
mari berlatih tiada henti
BalasHapus