M. Jei
Sering terdengar bahkan diyakini bahwa setiap individu adalah pemimpin. Kita akan bicara tentang pemimpin yang melegenda. Melegenda artinya selalu diingat nama baiknya, diselami pemikirannya, diikuti petuah-petuahnya dan menjadi inspirasi setiap tindakan-tindakannya. Karena sedemikian besar pengaruh seorang pemimpin maka tidak heran jika dalam satu ungkapan suci, pemimpin yang demikian adalah salah satu penghuni surga.
Saya meyakini, banyak sekali pemimpin yang melegenda di sekitar kita baik yang skala rumah tangga sampai sampai negara bahkan dunia. Pak Karno salah satu yang melegenda dalam skala negara, bisa jadi kakek, ayah atau pakdhe kita juga merupakan pemimpin yang melegenda di lingkungan keluarga.
Sebetulnya apa tolak ukur utama untuk menilainya?
Dalam suatu ungkapan suci dikatakan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dicintai pengikutnya dan diapun mencintai pengikutnya. Timbul suatu pertanyaan, apa yang dimaksud dengan mencintai dan dicintai? Agak susah memang untuk menterjemahkannya. Karena manusia merupakan makhluk paling unik di dunia. Mencintai dan dicintai adalah sesuatu yang relatif, akan sangat berbeda antara yang satu dengan yang lain.
Lalu bagaimana nich? Pemimpin merupakan suatu proses yang panjang, hasil akan terlihat setelah melalui tahap demi tahap proses yang akhirnya akan melahirkan suatu rasa antara pemimpin dan yang dipimpin saling mencintai. Kehadiran pemimpin selalu dinanti, karena akan menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi pengikutnya sedangkan kepergiannya ditangisi. Pun demikian bagi sang pemimpin, hatinya selalu merindukan bagaimana kehadirannya selalu membawa manfaat buat orang lain.
Maka jika kita bisa berlaku seperti itu hakekatnya Anda adalah seorang pemimpin yang pasti melegenda pada hati pengikutnya meskipun tidak harus meminpin dalam arti yang formal. Lebih-lebih lagi jika telah menjadi pemimpin yang disyahkan dalam organisasi tertentu. Kesempatan kita jauh lebih besar untuk kemanfaatan banyak orang.
Tidak hanya diri kita yang akan terkenang, namun seluruh anggota keluarga, teman-teman di sekitar kita ikut bangga menjadi bagian kita.
Bagaimana pendapat Anda?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar