Minggu, 08 Agustus 2010

Pemuas Kelas Wahid

Oleh : M. Jei

Dari seluruh teori tentang pelayanan ujungnya adalah PUAS. Ternyata kepuasan tidak harus dilakukan oleh orang yang berpendidikan tinggi. Saya sangat kagum dengan salah satu saudara saya yang saat ini sebagai pedagang sapi. Jika dilihat dari pendidikan..sungguh tak layak saya kemukakan. Tapi yang membuat saya terkagum-kagum dan terpana akan sikap beliau. Ya ..Anda betul, pelayanan dia baik. Bukan hanya baik tapi suuaangat buaik, sekali lagi suuaangaat buaik.

Baiklah …saya menceritakan ini setelah saya membaca bukunya James Gwee (bukan James Dwi ….he..he..), yang saya hubung-hubungkan dengan cerita salah satu saudara saya itu dan …gathuk. Begini…suatu waktu ada pelanggan yang datang ke rumah beliau dan bertanya (bahasa kita komplain) perihal sapi yang dibelinya 3 hari yang lalu katanya tidak mau makan dan sakit sehingga kelihatan semakin kurus. Singkat cerita ditengoklah sapi tersebut ke rumah sang pelanggan. Dan ternyata benar adanya, sapi tampak lemah dan sangat memprihatinkan. Apa yang dilakukan sang pedagang. Sapi segera diobati dengan ala kadarnya yang telah disiapkan dari rumah sebelumnya. Tapi keesokan hari kondisi sapi tetap belum mendapat tanda-tanda kesembuhan. Akhirnya sapi dibawa ke kandang dan diperlakukan dengan perawatan yang khusus. Seminggu kemudian sapi sembuh dan sudah kelihatan gemuk. Bukan main senangnya sang pelanggan …cerita dari mulut ke mulut tentang kepuasan ini sedemikian hebohnya di kalangan pecinta sapi, tentu Anda semua bisa menebak khan, betapa sang pedagang semakin kokoh menancapkan kuku eksistensinya sebagai seorang pemuas kelas wahid.

Teman… bukankah berbagai dalih bisa dikemukakan saat pelanggan komplain saat sapinya sakit? Pak, mana kuitansinya kalau Bapak pernah beli ke saya. Lho Pak..kalau sapi sudah di rumah Bapak khan, saya tidak tahu bagaimana Bapak memeliharanya..jangan-jangan diberi pakan yang salah? Lho kan tidak ada dalam perjanjian, dlsb. Tapi semua itu tidak dilakukan oleh sang pedagang. Dia hanya berfikir, dengan apa yang dilakukannya pasti pelanggan ini puas. Kepuasannya akan mengantarkan perjalanan saya menuju singgasana kebanggaan diri.

Saya menyampaikan...Anda yang menyimpulkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar