Rabu, 06 Oktober 2010

Pelayanan Judes

Saya mendapati suatu toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang barang-barangnya lumayan murah bila dibandingkan dengan yang lain. Di samping itu si pemilik toko juga membuka usaha lain di bidang jasa laundry pakaian kiloan. Secara proses, dan hasil si empunya ini mempunyai nilai produk yang bagus. Dengan harga yang murah konsumen bisa mendapatkan barang dengan kualitas yang sama bila dibandingkan dengan toko yang lain. Juga untuk hasil jasa laundrynya, harga bersaing, hasilnya bagus, dan servicenya cepat serta janjinya ditepati.

Saya berani bertaruh bahwa yang ada dalam benak Anda, pastilah dugaan bahwa toko dan usaha laundrynya sangat ramai oleh pesanan dan konsumen. Ya..Anda memang tidak salah, bahwa usahanya sangat ramai……pada awalnya. Lho… kenapa memang? Dalam proses perjalanannya, rata-rata konsumen merasakan adanya hal yang mengganggu hati mereka. “Ah..enggak ah, kalau nggak kepepet aku nggak akan beli disana. Lebih baik mahal dikit deh daripada sakit ati. Mana mungkin ibunya Andre beli disana lagi.” Begitulah komentar-komentar miring mereka yang merasa kecewa pada akhirnya. Saya coba tanya, kenapa kok tidak mau lagi membeli atau me-laundrykan ke tempat itu. Ternyata hanya satu kata yang membuat mereka enggan kesana. Yaitu “Judes”.

2 komentar:

  1. Berkembang atau tidaknya sebuah usaha itu sangat alami. Persaingan usaha juga alami, tidak ada yang instan, tidak ada yang bisa meraih sukses dengan 1-2 tips. Tapi diperlukan sebanyak mungkin tips. Menggaris bawahi tulisan om Sujadi, persaingan diatas membutuhkan totalitas usaha, harga harus kompetitif,harus berkualitas, harus tepat waktu, pelayanan harus ramah dst.. Saya kira semua penting.

    BalasHapus
  2. terimakasih mbah_joss atas komennya...yup setuju 100%

    BalasHapus