Anang Yunianto
Kali ini saya akan berbagi cerita yang saya dapatkan sewaktu saya melakukan perjalanan dinas ke Makassar untuk berbagi-menambah ilmu dengan teman-tman Sulawesi-Ambon-Papua pada minggu ini (pertengahan bulan Oktober ini). Saat itu saya dan 2 orang kawan sedang ingin wisata kuliner dengan mencicipi makan pagi berupa nasi kuning yang katanya sangat terkenal di kota ini yakni nasi kuning Riburane yang warung-nya terletak di dekat area pelabuhan. Benar juga warung makan ini terlihat ramai oleh para pecinta nasi kuning.
Baru saja kami duduk, terlihat seorang pengamen yang terbilang masih muda datang lalu duduk di dekat pintu keluar sambil menyiapkan diri dengan gitar tuanya untuk menyanyi. Kami bertiga saling berpandangan saat melihat adanya pengamen yang kami pikir akan mengganggu kenyamanan makan pagi kala itu, karena sudah biasa kalau di tempat makan ada pengamen pasti serba tidak nyaman rasanya. Secara otomatis saya sudah langsung cek dompet apakah ada uang receh yang biasa diberikan kepada pengamen saat dia selesai beraksi. Sungguh repot saya saat itu karena tidak ada uang receh sama sekali. Saya pikir ya sudah nanti saja selesai bayar makan saja saya berikan uang receh kembalian.
Begitu sang pengamen mulai memetik gitar dan mengeluarkan suaranya.....saya dan teman-2 mulai tergelitik melihatnya-mendengarkan lebih jelas suaranya. Sungguh luar biasa, diluar dugaan, dentingan gitarnya sangat bagus dan suaranya sangat oke banget. Jika boleh bertaruh, maka kelompok pengamen Klantink yang masuk di salah satu acara televisi pencari bakat, saya bisa katakan kalah jauh dari pengamen ini. Sungguh kami jadi terpukau dengan kemampuan pengamen ini. Kami jadi terhibur dengannya dan sedikit mendiskusikan keahliannya. Saya perhatikan pengunjung warung ini sepakat dengan saya yang juga merasakan nikmatnya lantunan lagu-2 barat yang dibawakannya.
Satu per satu pengunjung warung yang selesai menikmati makan nasi kuning-nya selalu menaruh uang di kotak yang telah disediakan. Kami bertiga-pun malah masing-2 juga menaruh uang dalam jumlah yang tidak terbilang receh untuk ukuran pemberian kepada pengamen. Di dalam kotak-nya saya melihat memang bukan sekedar uang receh yang terkumpul disana, banyak diantaranya malah dalam jumlah yang besar. Saya berkesimpulan bahwa orang-2 yang memberikan uang kepada pengamen ini pasti mirip dengan kami bertiga, kami puas-senang mendengarkan lagu-2 yg dibawakannya dengan penuh penghayatan dan kemerduan.
Dalam perjalanan pulang ke Jakarta selesai dari warung pagi itu juga, di pesawat saya berpikir keras tentang kejadian itu. Yang semula kami meremehkan kehadirannya menjadi sangat ingin terus mendengarkan merdu suaranya, yang semula kami merasa terganggu dengan keberadaanya malah berbalik senang-terhibur karenanya, yang semula kami cari-carikan uang receh untuknya menjadi rela merogoh lebih besar dari biasanya. Kesimpulan sementara saya adalah karena pengamen tersebut begitu hebat mengeluarkan kemampuannya, begitu memukau memainkan peran tugasnya alias profesional dalam pekerjaannya.
Dear rekan-rekan sekalian,
Mari kita renungkan sejenak sekelumit cerita diatas, bahwa sekecil apapun diri kita, serendah apapun posisi kita, seremeh apapun jenis pekerjaan kita tetapi jika dilakukan dengan penuh kesungguhan, dipahami dengan penuh kesadaran, dilengkapi dengan segala kemampuan maka yang awalnya rendah itu bisa menjadi sangat tinggi nilainya. Saat seseorang memiliki nilai maka sebesar itu pula penghargaan yang akan di terimanya. Seorang Driver adalah sebuah pekerjaan yang sarat dengan nilai-nilai pelayanan. Pertanyaanya adalah bagaimana kira-kira penghargaan pelanggan yang kita layani saat ini terhadap kita? itulah pertanda kepantasan nilai kita. Jika pelanggan selalu merasa terbantu dengan ringan-tangannya kita, puas dengan senyum ramah layanan kita, selalu senang menerima kehadiran tepat waktu kita, bangga dengan seragam dan tampilan rapi kita, maka pantaslah kita menyadang kata profesional disana. Bukankah sang pengamen yang saya temui tersebut dapat kita sebut sebagai pengamen profesional karena kemampuan dan cara-cara menampilkan kemampuannya ?
Mari kita pantaskan diri kita pada sesuatu yang bernilai dengan terus berusaha meng-optimalkan kemampuan diri kita, memaknai kehebatan pekerjaan kita dan melakukan yang terbaik di setiap waktunya, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar