Jumat, 03 Desember 2010

Seribu Kawan Kurang, Satu Musuh Kebanyakan

M. Jei

Ketika pulang dari Jogja dua hari yang lalu, saya mampir di salah satu warung di daerah Magelang. Sebetulnya sudah sejak dari Jogja nafsu lapar menemani, ingin rasanya segera berhenti untuk santap sore. Namun entah mengapa selalu saja setiap kali akan berhenti nggak jadi. Ada saja hambatan, entah susah parkirnya, dan kebablasan. Sampai juga akhirnya di salah satu warung di daerah Magelang. Hujan rintik-rintik tak menghalangi niat saya untuk makan. Dalam warung itu terlihat dindingnya dihiasi beberapa foto yang wajahnya tidak asing lagi buat saya. Foto-foto itu memaksa saya untuk lebih dekat mengamatinya. Dijejer rapi dan nampak sekali menjadi kebanggaan buat pemilik maupun karyawan warung.

Dari balik pintu, keluar ibu paruh baya menyapa ramah dalam bahasa jawa halus. “Monggo nak, dipun sekecakaken” yang kira-kira maksudnya, Silakan nak, selamat menikmati. Saya berusaha tidak kalah untuk mengimbangi kesopanan dan kehalusan bahasanya. “Njih bu, maturnuwun” kamipun sebentar bercakap-cakap. “Bu, nyuwun sewu, dalem badhe ndherek tanglet” (Bu, mohon maaf saya mau bertanya), tanya saya. “Monggo” (silakan) si ibu menjawab. “Punika foto-fotonipun para priyantun agung, sami tindak mriki nggih bu? (Ini foto-fotonya tokoh-tokoh terkenal, pada sering ke sini ya bu?). “Leres nak, mriki niki warung ampiran Bapak-bapak punika… kula remen sanget dados warung pasedherekan. (Betul nak, disini merupakan tempat mampir Bapak-bapak itu… saya senang sekali menjadi warung persaudaraan).

Tinggi sekali filosofi ibu warung itu. Ya…warung persaudaraan. Si Ibu nampak begitu senang bila warungnya menjadi salah satu perekat silaturahmi, mungkin si ibu sadar betul akan kekuatan dahsyatnya networking. Setiap orang, apapun namanya, serendah apapun posisinya, dan dimanapun tempatnya berada bila dihitung-hitung jumlah temannya minimal 500 orang. Nggak percaya? Mari dibuktikan. Bagi yang sudah menikah coba lihat buku tamu resepsi pernikahannya. Bagi yang belum menikah, hitung berapa undangan yang ingin disebar. Ada 500 lebih khan? Masih nggak percaya? Coba hitung teman-teman Anda mulai dari TK, SD, SMP, SMA atau sampai tingkat tertinggi pendidikan Anda. Belum lagi ditambah teman sekampung, teman seorganisasi, teman nongkrong, teman seprofesi, teman sehobby, dll. Apalagi seseorang yang mempunyai kedudukan dan jabatan pada profesi tertentu dan di organisasi tertentu, semakin banyaklah teman-temannya.

Ternyata kitapun merasa, teman sedemikian banyakpun kurang. Coba bandingkan jika kita merasa punya musuh satu saja. Ribet, kesana-kemari wajahnya yang terbayang benar-benar menyebalkan dan selalu kepikiran. Memang dalam interaksi sehari-hari tidak bisa dipungkiri timbulnya gesekan-gesekan, gontok-gontokan, otot-ototan, itu adalah hal yang sangat wajar terjadi, namun kesemuanya bisa dikurangi dengan niatan yang baik dan tulus bahwa apapun judulnya, apapun kondisinya kita semua ingin banyak teman dan saudara. Berkawan memanjangkan umur, berteman mendekatkan jodoh, dan bersaudara mendatangkan rejeki.

1 komentar:

  1. Casino No Deposit Bonus Codes (2021) | Top Casinos
    Looking for 7 포커 a casino no deposit bonus? 캔 토토 ➤ See if no deposit casino bonuses work 심바 먹튀 for you, casino no deposit bonus codes ✓ 1xbet mobi Click 벳 365 here for details

    BalasHapus