M. Jei
Berawal dari salah satu tulisan mentor saya yang berjudul Kroco Mumet, sangat menginspirasi untuk ditelaah lebih mendalam. Dari situ banyak ledekan yang menggambarkan diri ini, disamping pelajaran dan insight yang power full untuk dilaksanakan. Sudah kroco masih mumet lagi. Wis nggak ada apa-apanya. Tetapi benar adanya bila jujur melihat diri sendiri, kondisi itu murni karena pilihan secara sadar oleh diri sendiri. Salah satu resep yang ditawarkan adalah terus memetamorfosis diri untuk selalu belajar dengan keras, menambah pengetahuan dan memantaskan diri agar tidak disebut kroco.
Sedangkan mumet, rasanya memang hampir setiap orang merasakan. Mumet karena pekerjaan menumpuk, mumet karena tanggal tua, mumet karena rekan kerja dsb dst. Nah, kalau begitu meski mumet kalau posisi sudah tidak kroco berarti ada pemantasan di sana. Saya sendiri setuju dengan ungkapan ini. Mumetnya presiden tentu beda dengan mumetnya kroco. Kenapa? Karena kalau presiden mumet akibat memikirkan jutaan orang, dan setiap tindakannya akan membawa pengaruh yang sangat besar. Orang masih ebrfikir pantas. Lha kalau seorang kroco, mikir diri sendiri aja mumet boro-boro mikir orang lain, lak semakin mumet. He..he... mumetnya sama tastenya beda.
Seorang Kroco Mumet atau juga sering disebut Kacung Kampret, kalau diamat-amati mempunyai ciri-ciri khusus yang mudah diketahui. Diantaranya, suka mengeluh, merasa beban sedemikian berat, seolah-olah tidak diperhatikan dan ujung-ujungnya ngegosip sana-sini. Ini pandangan saya lho. Berbeda boleh. Kata orang bijak, mengeluh adalah senjata yang ampuh untuk menggerogoti kepercayaan diri. Saya sering sharing sama rekan-rekan saya Office Boy, apaun kondisinya tidak boleh mengeluh. Pekerjaan sebagai office boy harus diberikan ruh agar hasilnya optimal dan maksimal. Bolehlah sekarang office boy tetapi office boy plus, lihat 5 tahun lagi pasti sudah beda. Kalaupun masih office boy tetapi ada hal yang berkembang. Siapa tahu telah menjadi juragan tahu di rumahnya.
Meminjam istilahnya Andre Wongso, Sukses adalah hak saya, hak Anda dan hak siapapun yang memperjuangkannya. Apapun kondisinya kacung kampretpun punya hak untuk munggah bale. Munggah bale berarti naik derajat, naik ilmunya, bertambah wawasannya, semakin banyak relasinya, membumbung rejekinya dan bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk sesama. banyak jalan menuju roma - banyak sungai menuju laut.
Wallohua’lam
Kumpulan catatan-catatan sehari-hari sebagai upaya kecil dalam mewujudkan insan yang berkarakter baik lagi kuat untuk kemandirian, kehormatan dan kemuliaan. Multisales, menggambarkan bahwa hakekat setiap peristiwa adalah "PERNIAGAAN - PENJUALAN". Apapun yang kita miliki harus bisa diubah menjadi hal yang bernilai dan bermakna dengan talenta yang kita punya, yang telah diberikan oleh Tuhan sebagai tanda kesyukuran dan kemanfaatan. MULTISALES - MULTITALEN (-T)