<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450</id><updated>2011-11-18T02:57:44.148-08:00</updated><category term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><category term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>MULTISALES  -  MULTITALEN</title><subtitle type='html'>Kumpulan catatan-catatan sehari-hari sebagai upaya kecil dalam mewujudkan insan yang berkarakter baik lagi kuat untuk kemandirian, kehormatan dan kemuliaan. 

Multisales, menggambarkan bahwa hakekat setiap peristiwa adalah "PERNIAGAAN - PENJUALAN". Apapun yang kita miliki harus bisa diubah menjadi hal yang bernilai dan bermakna dengan talenta yang kita punya, yang telah diberikan oleh Tuhan sebagai tanda kesyukuran dan kemanfaatan. MULTISALES - MULTITALEN (-T)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-2854845733973215168</id><published>2011-11-18T02:56:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T02:57:44.191-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Tonjokkan Anakku</title><content type='html'>M.Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar sekali ungkapan "banyak omong, banyak salah". Ini terjadi pada diri saya sendiri. Sebagai orang tua atau sebagai apapun tentu mengharapkan anak atau orang lain menginginkan kebaikan. Wajar dan normal saja bukan. Di atas meja belajar anak saya, saya tempel yang saya sebut 7 nilai dasar kehidupan yaitu Jujur-disiplin-tanggung jawab-visioner-kerjasama-adil-peduli. Dan sering sekali saya minta untuk disebutkan, sambil saya ngomong panjang lebar penjabarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam sedang asyik-asyiknya nonton sepakbola Indonesia Malaysia, dalam kondisi badan yang lelah, dan sayapun masih pakai kaos singlet ada tamu datang, biasa orang mlm. Saya tentu malas sekali menerimanya, udh beberapa kali datang dan lama bertamunya. Saya bilang ke anak saya, mas Tafa coba liat kedepan dan bilang pada tamu papa sudah tidur. Apa jawab anak saya? Nggak mau ah, katanya suruh jujur, nggak boleh bohong, piye malah nggak tahu 7 nilai dasar. Makdhiek...rasanya seperti kena tonjokan Mike Tyson.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang lain, anak kedua saya garuk-garuk kaki terus kemaren pagi, saya lihat ternyata bentol-bentol. Saya tanya istri ... ee malah anak saya pertama yg menjawab, itu karena tadi adik pipis hanya digantiin celana aja tidak dicuci kakinya oleh papa, khan tadi adik ngepel di lantai dengan pipisnya. Makklontang...seperti dilempar kaleng bekas. Istriku di pojokkan hanya senyum-senyum saja melihat suaminya diledekin sama anaknya. Rupanya kebiasaan istri saya jika habis pipis pasti dicebokin dan dibersihkan semuanya baru digantiin celana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih nak, kamu telah mengajarkan nilai kepada orangtuamu. Ucapanmu melebihi kerasnya pukulan Mike Tyson pasti, telak mendarat di dada orang tuamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-2854845733973215168?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/2854845733973215168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/11/tonjokkan-anakku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2854845733973215168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2854845733973215168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/11/tonjokkan-anakku.html' title='Tonjokkan Anakku'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-1975209449483379455</id><published>2011-09-11T02:39:00.001-07:00</published><updated>2011-09-11T02:40:00.664-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Kesemp-atan Bertubi-tubi Datang</title><content type='html'>Yth. para guruku, pelatihku, seniorku, adikku, dan sobat hebatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali terdengar bahwa "kesempatan itu tidak datang 2 kali". Apakah ini betul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tergantung! jawab saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bisa benar, krn berlarut dalam penyesalan yg mendalam dan akhirnya diam saja tanpa berbuat apa-apa hanya menunggu keajaiban turun. Persis seperti Jaka Tarub yg tidak jadi mengambil selendang bidadari yg sedang mandi di sungai yg sama. Tentu bidadarinya sudah tahu kalau Jaka Tarub nongkrong di sungai itu. Hal ini dimungkinkan mas Jaka Tarub tidak mempersiapkan apapun dalam meraih kesempatan itu, tempat persembunyiannya tdk dia survey, belum memiliki teknik menghilang dst. Pendek kata ternyata mas Jaka tdk siap mengambil kesempatan. Maka begitu datang kesempatan, sirna sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua Ini salah besar. Kesempatan dan peluang akan selalu datang bertubi-tubi bagi orang yg memang mengupayakan. Barangkali kesempatan itu berubah bentuk, yang intinya adanya perubahan ke arah yg lebih baik. Cari dan cari terus kesempatan, pasti tidak lama lagi akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah di atas, sebagai pengingat bahwa apapun kondisinya sebagai manusia harus selalu tanggap dan siap mengambil terhadap kesempatan secara optimal. Karena Jaka Tarub telah mempersiapkan tempat persembunyian untuk mengintip dan sedikit penguasaan ilmu gendam, maka kesempatan datang untuk mengambil selendang dpt dioptimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kesempatanpun bisa diciptakan. Keoptimisan dan keyakinan ditambah tindakan, kt para bijak itu rumusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk ciptakan peluang dan optimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senangnya berbagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-1975209449483379455?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/1975209449483379455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/09/kesemp-atan-bertubi-tubi-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1975209449483379455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1975209449483379455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/09/kesemp-atan-bertubi-tubi-datang.html' title='Kesemp-atan Bertubi-tubi Datang'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-8799317396782173946</id><published>2011-04-09T19:17:00.000-07:00</published><updated>2011-04-09T19:18:59.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Nothing Is Impossible</title><content type='html'>Nothing Is Impossible&lt;br /&gt;M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam saya mendapatkan pelajaran berharga dari salah satu pelatih saya. Nothing Is Impossible. Saya suka sekali dengan kalimat itu. Ya .... Nothing Is Impossible. Kenapa? Karena setiap mengalami kesulitan, kata-kata itu bagai BBM untuk sebuah mobil, bagai meminum air di tengah gurun pasir. Begitu dahsyat dan begitu hebat pengaruhnya. Memang manusia kadang naik kadang kendor, namun dengan selalu meminum vitamin kata-kata Nothing Impossible rasanya semangat akan selalu terjaga, bahkan akan selalu menyala semakin terang. Seperti halnya orang Jepang yang selalu bilang Gambate Neh (saya tidak tahu tulisannya bener apa nggak ..he..he... ), Gajah Mada dengan sumpah Palapanya dan lain-lain, menggambarkan semangat sesulit apapun hambatan dalam mencapai tujuan, bukan berarti itu mustahil tetapi semuanya bisa menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa ya kok kita itu mudah mengeluh? Saya kadang berfikir, apakah karena selama ini ada kekeliruan mengartikan ungkapan-ungkapan yang sering kita dengar, sehingga ada ketakutan untuk melangkah?  Mulai dari ungkapan yang berbentuk bahasa Indonesia atau Bahasa Lain. Sebut saja, Bagai Pungguk Merindukan Bulan, “mbok ngilo githokmu dhewe”. Ungkapan ini harus dimaknai sebagai evaluasi diri tentang kelemahan-kelemahan dan kelebihan-kelebihan, maupun cara-cara yang telah dilakukan, setelah mengerti tancap gas lagi untuk bertindak, begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali sering terdengar juga contoh-contoh, dengan semangat Nothing Impossible, menghasilkan karya yang spektakuler di dunia ini. Bagaimana Wright bersaudara menciptakan kapal terbang, bagaimana Bill Gates memformulasikan bahwa komputer akan menkadi kebutuhan manusia sehari-hari dll. Tidak usah jauh-jauh, kitapun bisa menganalisa diri sendiri, kira-kira hal apakah dalam hidup ini yang sebelumnya orang mengatakan itu mustahil tapi Anda bisa membuktikan, saya yakin ada. Kalau dulu bisa mestinya sekarangpun bisa, bahkan sangat bisa. Nothing Impossible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencari semangat Nothing Is Impossible dalam diri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-8799317396782173946?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/8799317396782173946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/04/nothing-is-impossible.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8799317396782173946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8799317396782173946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/04/nothing-is-impossible.html' title='Nothing Is Impossible'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-785688976142038878</id><published>2011-03-04T07:17:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T07:18:26.871-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Kacung Kampret Munggah Bale</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari salah satu tulisan mentor saya yang berjudul Kroco Mumet, sangat menginspirasi untuk ditelaah lebih mendalam. Dari situ banyak ledekan yang menggambarkan diri ini, disamping pelajaran dan insight yang power full untuk dilaksanakan. Sudah kroco masih mumet lagi. Wis nggak ada apa-apanya. Tetapi benar adanya bila jujur melihat diri sendiri, kondisi itu murni karena pilihan secara sadar oleh diri sendiri. Salah satu resep yang ditawarkan adalah terus memetamorfosis diri untuk selalu belajar dengan keras, menambah pengetahuan dan memantaskan diri agar tidak disebut kroco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan mumet, rasanya memang hampir setiap orang merasakan. Mumet karena pekerjaan menumpuk, mumet karena tanggal tua, mumet karena rekan kerja dsb dst. Nah, kalau begitu meski mumet kalau posisi sudah tidak kroco berarti ada pemantasan di sana. Saya sendiri setuju dengan ungkapan ini. Mumetnya presiden tentu beda dengan mumetnya kroco. Kenapa? Karena kalau presiden mumet akibat memikirkan jutaan orang, dan setiap tindakannya akan membawa pengaruh yang sangat besar. Orang masih ebrfikir pantas. Lha kalau seorang kroco, mikir diri sendiri aja mumet boro-boro mikir orang lain, lak semakin mumet. He..he... mumetnya sama tastenya beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Kroco Mumet atau juga sering disebut Kacung Kampret, kalau diamat-amati mempunyai ciri-ciri khusus yang mudah diketahui. Diantaranya, suka mengeluh, merasa beban sedemikian berat, seolah-olah tidak diperhatikan dan ujung-ujungnya ngegosip sana-sini. Ini pandangan saya lho. Berbeda boleh. Kata orang bijak, mengeluh adalah senjata yang ampuh untuk menggerogoti kepercayaan diri. Saya sering sharing sama rekan-rekan saya Office Boy, apaun kondisinya tidak boleh mengeluh. Pekerjaan sebagai office boy harus diberikan ruh agar hasilnya optimal dan maksimal. Bolehlah sekarang office boy tetapi office boy plus, lihat 5 tahun lagi pasti sudah beda. Kalaupun masih office boy tetapi ada hal yang berkembang. Siapa tahu telah menjadi juragan tahu di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam istilahnya Andre Wongso, Sukses adalah hak saya, hak Anda dan hak siapapun yang memperjuangkannya. Apapun kondisinya kacung kampretpun punya hak untuk munggah bale. Munggah bale berarti naik derajat, naik ilmunya, bertambah wawasannya, semakin banyak relasinya, membumbung rejekinya dan bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk sesama. banyak jalan menuju roma - banyak sungai menuju laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-785688976142038878?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/785688976142038878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/03/kacung-kampret-munggah-bale.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/785688976142038878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/785688976142038878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/03/kacung-kampret-munggah-bale.html' title='Kacung Kampret Munggah Bale'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-2410140077940943513</id><published>2011-01-02T06:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T06:02:36.737-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Sinyal Kehidupan ( refleksi akhir tahun )</title><content type='html'>“Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik.&lt;br /&gt;Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda” ( Mario Teguh )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Friends,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat lagi kita akan meninggalkan hitungan tahun 2010 dan memasuki periode hitungan tahun 2011. Pada hakekatnya perubahan tahun ini tidak ada bedanya dengan perubahan hari dalam setiap hari yang kita jalani karena tidak peduli besok tanggal / tahun berapa kita masih yakin bahwa kita akan menemui matahari terbit dan tenggelam sebagaimana hari-hari kemarin. Pergantian tahun sejatinya adalah sekedar penanda periodesasi semata bahwa bahwa sang waktu terus mengajak kita untuk makin menua. Tetapi karena gegap gempita pergantian tahun sudah menjadi semacam tradisi manusia, maka rasanya tidak bijak jika mengatakan bahwa perubahan tahun ini tidak bermakna. Tetap saja ada makna dibalik setiap peristiwa hanya tinggal cara dan kemauan kita untuk memgambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memaknainya, ijinkan saya mengajak kita semua melakukan perenungan ( refleksi ) atas waktu-waktu yang telah kita habiskan di tahun 2010 ini. Renungan dari hal terdekat kita dalam menyikapi keseharian bekerja dan juga sikap atas kehidupan yang kita jalani. Sikap-sikap itu sesungguhnya adalah sinyal kuat yang harus kita tangkap sebagai penanda atas apa yang harus kita lakukan di waktu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, jika di tahun 2010 ini kita merasakan betapa hidup ini sangat berat, segala beban hidup menumpuk, pekerjaan tidak membawa berkah, pertemanan tidak membawa kebaikan, kesehatan tidak karuan, alhasil rasanya tahun ini adalah tahun yang sangat keras dan menyesakkan, maka ini sinyal apa ? sang motivator Andrei Wongso pernah mengatakan “ jika kita lunak pada diri sendiri maka kehidupan akan menjadi keras ; jika kita keras terhadap diri sendiri maka kehidupan akan menjadi lunak”. Mari kita renungkan, jangan – jangan selama tahun ini kita telah membiakkan benih-2 kemalasan menguasai diri kita, memberikan ruang yang sangat leluasa pada munculnya keluhan-2 terhadap pekerjaan dan siapa saja, memasukkan tamu-2 pergunjingan dalam waktu-2 efektif kita dan kita merasa nyaman dengan itu semua. Lalu dengan itu semua lantas kita berpikir betapa pekerjaan ini sangat berat tak terkira , atasan selalu terasa makin kuasa, teman-2 menjadi mati rasa, lalu kita berkesimpulan hidup koq serba susah dan keras menyiksa.  Mari kita renungkan kembali jangan-2 kita yang sangat lunak dengan diri sendiri lalu melihat semua tantangan kehidupan menjadi lawan yang berat adanya. Tahun depan selayaknya kita hilangkan sifat-2 lunak-malas dalam diri kita dan bersiaplah keras-tegas untuk memuluskan jalan kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jika tahun 2010 ini kita lalui dengan datar-tenang-stabil-damai seperti anak pantai, ini sinyal apa ? apakah kita telah berhasil menjinakkan semua masalah atau malah kita sebenarnya hanya berhasil berbelok sekedar menghindar dari persoalan yang ada ? jika pencapaian kita di hari-2 ini adalah datar-2 sebagaimana tahun-2 lalu, maka sesungguhnya kita telah menjalani hari dengan rugi. Kenapa demikian ? karena kita menjalani hari berarti menghabiskan cadangan waktu. Kalau apa yg kita hasilkan hari-2 ini sama dengan hari-2 di tahun lalu ibarat kita berdagang menjual barang dagangan hari ini seharga sama dengan tahun lalu. Tidak mempertimbangkan ada unsur inflasi dan kenaikan harga-2 yang lain. Apakah mau produsen mobil hari ini menjual mobilnya sama harganya dengan tahun lalu ? jika sama berarti rugi karena ada time value of money ( nilai waktu atas uang ). Kita yang hari ini tentu berbeda dari tahun lalu karena usia kita sudah berbeda, kalau usia terus berjalan tetapi menghasilkan sesuatu yang sama berarti ada nilai waktu yg hilang. Nah yang hilang itu adalah rugi. Bukankah ada kata bijak yang mengatakan “jika hari ini lebih baik dari hari kemarin maka kita adalah termasuk yang beruntung ; jika kita hari ini sama dengan hari kemarin maka kita termasuk yang merugi ; dan  jika hari ini lebih buruk dari hari  kemarin maka kita termasuk yang celaka “. So kalau ternyata tahun ini sama dg tahun lalu maka kita adalah orang-2 yang rugi dan untuk itu mari kita buat tahun depan lebih baik dari tahun ini supaya kita termasuk golongan orang yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jika kita sukses besar di tahun ini dan semua target-2 tercapai lebih dari yang diperkirakan, ini sinyal apalagi ? ingat pada haketnya kehidupan kita ibarat petani menanam sayur. Mungkin kita sukses hari-2 ini bisa dianggap bahwa kita telah menuai hasil dari sayuran yang telah kita tanam di tahun lalu. Tetapi apakah kita akan terus menuai panen ditahun depan ? jawabannya tergantung seberapa luas/banyak kita menanamnya dan seberapa sering kita langsung mengganti tanaman yang sudah kita petik. Kalau seluruh tanaman sayuran sudah habis kita petik tahun ini dan kita lupa menanaminya lagi, lalu tahun depan akan memanen apa lagi ? ini adalah penanda untuk kita jangan sampai lupa bahwa kesuksesan tahun ini tidak menjamin kesuksesan di tahun depan, sehingga kita makin aware tentang perlunya untuk terus bekerja dengan segala kemampuan. Baik sekali kita berkaca pada seorang pekerja fenomenal di Telkom, yakni Sumilan seorang teknisi yang berhasil menjadi Kadivre di Telkom mengatakan bahwa “hidup ini seperti main kartu, Anda akan menang jika memegang AS yaitu kerja kerAS, kerja cerdAS, kerja tuntAS dan kerja ikhlAS”. Sehingga jika tahun ini kita sudah menikmati hasil yang luar biasa, maka sinyal untuk tahun depan adalah LANJUTKAN !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga apapun adanya kita di hari-2 yang telah kita lalui ini ( susah, biasa saja, sukses ) maka jadikan itu semua sebagai sinyal-2 kehidupan yang harus kita terjemahkan dalam bentuk sikap dan tindakan nyata di tahun depan. Tuhan telah memberikan satu kekuatan yang sangat hebat kepada semua manusia dan karenanya itu sebagai penanda sukses atau gagalnya kita semua. Kekuatan tersebut adalah kekuatan MEMILIH. Seorang gadis yang terlahir cacat tangan dan kakinya yang mungkin saja semua orang mengatakan pasti anak ini akan jadi anak yang menyusahkan orang tua dan sekelilingnya. Namun karena orang tua dan dirinya memilih untuk tidak jadi “parasit”kehidupan, maka jadilah dia seorang pianis hebat dari Korea bernama Hee Ah Lee. Seorang anak yang sudah di cap oleh gurunya sebagai anak terbelakang yang tidak bisa mengikuti pelajaran dan dikeluarkan dari sekolahnya akhirnya memilih belajar dari Ibunya sendiri dan jadilah dia orang hebat dengan banyak sekali penemuan di dunia ini, dialah Thoma Alfa Edison. Apa jadinya jika Hee Ah Lee dan Thomas Alfa Edison memilih untuk menyesali hidupnya ? mungkin akan menjadi orang-2 yang ada di panti asuhan dan pengangguran tidak ubahnya dengan kebanyakan orang-2 lainnya. Mereka memilih jalan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu mari jadikan itu semua sebagai motivasi untuk menghadapi tahun 2011 dengan penuh kesungguhan, keyakinan, kepercayaan diri dan seraya selalu meminta petunjuk dan kekuatan Tuhan.  Yakinlah bahwa setiap waktu adalah waktu yang terbaik untuk melakukan yang terbaik, jaga terus sinyal kehidupan agar selalu berada pada posisi terbaiknya lalu perhatikan apa yang akan terjadi. terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-2410140077940943513?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/2410140077940943513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/01/sinyal-kehidupan-refleksi-akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2410140077940943513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2410140077940943513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2011/01/sinyal-kehidupan-refleksi-akhir-tahun.html' title='Sinyal Kehidupan ( refleksi akhir tahun )'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-8143676558074616505</id><published>2010-12-28T13:40:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T13:41:33.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Enaknya Menjadi Orang Baik</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tua itu pasti, menjadi baik itu pilihan. He..he… demikian salah satu iklan yang sudah sedikit saya modifikasi. Saya pernah menyaksikan dan menganggap orang yang hidupnya selalu diliputi keberuntungan. Sebut saja namanya Pak Amir. Sehari-hari beliau seorang wiraswasta mebel sukses tingkat desa. Menjadi tokoh masyarakat yang disegani oleh siapa saja, mulai dari kaum remaja, dewasa dan para pinisepuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, akan sedikit saya sampaikan kenapa beliau diliputi keberuntungan tentu menurut anggapan saya (jareku). Pak Amir ini memiliki 3 orang anak. Ketiga anaknya sudah berkelurga, yang pertama tinggal di Jogja menjadi seorang pengusaha batik. Anak kedua tinggal di Solo mewarisi kelihaian orang tuanya sebagai wiraswasta mebel yang cukup sukses, sedangkan anak ketiga yang juga teman saya bekerja di Bea Cukai. Ini keberuntungan pertama. Keluarga yang harmonis dan sangat sejahtera. Meski Pak Amir sebenarnya hanya lulusan ST (Sekolah Teknik setingkat SLTP jaman dulu), tapi anak-anaknya bisa sekolah sampai perguruan tinggi dan favorit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungan kedua, Pak Amir ini selalu menjadi tempat curhat bagi warga sekitar yang punya masalah. Pembawaannya yang tenang, tutur katanya yang halus, diselingi humor dan kemampuan ekonominya yang mapan menjadi magnet para warga untuk meminta saran dan nasehat. Kenapa ini keberuntungan? Jelas, Pak Amir semakin menjadi tokoh masyarakat yang semakin disegani dan dicintai. Setiap ada acara tanpa diminta warga sudah berbondong-bondong membantunya. Dan keberuntungan yang ketiga, baru-baru ini Pak Amir menunuaikan ibadah haji yang kedua bersama istrinya gratis karena mendapatkan hadiah. Ibadah haji yang pertama juga gratis karena sebagai pembimbing jamaah haji. Cukup tiga ini saja yang saya ceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menjadi kesepakatan warga sekitar terhadap sosok Pak Amir ini dan belum ada yang membantah adalah bahwa Pak Amir adalah orang yang baik, bahkan super baik. Meski dulu saya ingat sempat digosipkan bahwa perolehan hartanya dengan cara tidak baik dan halal yaitu pelihara Thuyul. Namun gosip itu kian hari kian menguap seiring keseharian Pak Amir yang sangat bersahaja meski berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba bertanya dan “ngangsu kawruh” ke beliau, nilai kehidupan apa yang mengantarkannya seperti itu. Beberapa hal yang saya dapatkan, tentu atas penafsiran saya sendiri. Karena tidak dirumuskan dalam pembicaraan kami. Sebenarnya nilai-nilai ini umum saja, hanya saja yang membuat beda adalah apa yang Pak Amir katakan tentu sudah dilakukan dan terus dilakukan. Berkali-kali saya selalu dipotong pembicaraan manakala sudah dianggap tidak pas lagi. Mas Jadi sebaiknya membicarakan hal lain saja ya, karena kayaknya orangnya tidak seperti itu dech. Rupanya saya sedang distop untuk tidak berprasangka. Lain kesempatan, ya sudah mas Jadi nggak usah diperpanjang maafkan saja. Toh memaafkan membuat sampeyan lebih plong khan? Rupanya saya sedang diajari bahwa memberi maaf lebih utama. Dan nilai yang paling sulit dilakukan adalah, dalam segi apapun Pak Amir akan selalu memberikan bagian yang lebih menguntungkan kepada pihak lain. Saya sempat tercengang ketika melakukan ekspor mebel ke luar negeri katanya hanya mendapatkan keuntungan 2.5% tetapi patner bisnisnya 10%, suatu kondisi yang tidak wajar dan jarang terjadi bahkan mustahil. Tak ayal jika akhirnya banyak pengusaha yang ingin berebut bekerjasama dengan beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti, Orang jahatpun ingin berkawan dengan orang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua’alam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-8143676558074616505?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/8143676558074616505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/12/enaknya-menjadi-orang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8143676558074616505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8143676558074616505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/12/enaknya-menjadi-orang-baik.html' title='Enaknya Menjadi Orang Baik'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-6761207503336737402</id><published>2010-12-24T15:30:00.000-08:00</published><updated>2010-12-24T15:31:38.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Semakin Kecewa, Semakin Rugi</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat ke pasar lazimnya seorang Ibu mengiming-imingi anaknya oleh-oleh agar mau ditinggal. Nak… adik di rumah saja ya dengan kakak, ibu pergi ke pasar dulu, nanti ibu belikan martabak kesukaanmu. Iya bu, tapi jangan lupa dibelikan lho. Jawab si anak. Antara ibu dan anak telah terjalin pengharapan yang kuat. Apa yang terjadi jika si ibu ternyata tidak membawa oleh-oleh martabak kesukaannya? Pasti si anak menangis dan kecewa. Kalau begini akhirnya mending tadi ikut ibu pergi ke pasar. Kenapa si ibu tidak membawa oleh-oleh? Tentu banyak sekali kemungkinan alasannya. Mungkin uangnya hilang, mungkin tidak ada penjual martabak, mungkin lupa dan sebagainya. Meski alasan yang dikemukakan betul, tetapi tetap saja menimbulkan kekecewaan. Si anak tak kuasa menahan perasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita yang sudah dewasa seperti ini? Masihkah berlaku seperti anak kecil yang selalu kecewa bila hasil tidak sesuai dengan harapan? Kecewa boleh karena bagian dari perasaan, tetapi perasaan itu tidak seharusnya dipelihara. Biarkan perasaan itu hinggap sekejap setelah itu tendang jauh-jauh keluar dari hati. Jangan biarkan bercokol lama-lama. Mengelola perasaan merupakan bagian dari seni kehidupan. Berhitunglah untung dan ruginya perasaan itu. Apakah dengan kecewa akan merubah keadaan? Kalau memang bisa merubah keadaan, kecewalah sebesar-besarnya dan setiap hari. Berhiba-hibalah pada orang bahwa Anda kecewa, setelah orang lain tahu Anda berharap orang itu atau orang lain akan mengobati perasaan Anda. Namun apa yang semakin Anda rasakan? Semakin kecewa bukan? Kenapa? Karena Anda semakin berpengharapan kepada orang, Anda semakin bergantung kepada orang. Dan setelah itu semua Anda semakin kecewa. Bila semakin kecewa maka semakin rugilah hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah kecewa berarti gampang rugi, semakin kecewa juga semakin rugi. Tidak selayaknya menggantungkan harapan kepada pihak lain. Harus diingat pula bahwa pihak lain itupun bisa jadi menggantungkan kepada pihak lain lagi. Makanya jika salah satu rantai ketergantungan ini putus, simpul yang lainpun akan mandeg. Yang sering disebut dampak systemik. Begitulah watak kebergantungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pesohor, orang-orang top rata-rata tidak bergantung pada pihak lain, mereka tergantung pada dirinya sendiri. Pada kemampuannya, pada karakternya, pada hasil karyanya dan tentu kebergantungan kepada Tuhan YME.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-6761207503336737402?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/6761207503336737402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/12/semakin-kecewa-semakin-rugi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6761207503336737402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6761207503336737402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/12/semakin-kecewa-semakin-rugi.html' title='Semakin Kecewa, Semakin Rugi'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-2462417731503957398</id><published>2010-12-03T13:34:00.001-08:00</published><updated>2010-12-03T13:34:51.409-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Seribu Kawan Kurang, Satu Musuh Kebanyakan</title><content type='html'>M. Jei &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pulang dari Jogja dua hari yang lalu, saya mampir di salah satu warung di daerah Magelang. Sebetulnya sudah sejak dari Jogja nafsu lapar menemani, ingin rasanya segera berhenti untuk santap sore. Namun entah mengapa selalu saja setiap kali akan berhenti nggak jadi. Ada saja hambatan, entah susah parkirnya, dan kebablasan. Sampai juga akhirnya di salah satu warung di daerah Magelang. Hujan rintik-rintik tak menghalangi niat saya untuk makan. Dalam warung itu terlihat dindingnya dihiasi beberapa foto yang wajahnya tidak asing lagi buat saya. Foto-foto itu memaksa saya untuk lebih dekat mengamatinya. Dijejer rapi dan nampak sekali menjadi kebanggaan buat pemilik maupun karyawan warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari balik pintu, keluar ibu paruh baya menyapa ramah dalam bahasa jawa halus. “Monggo nak, dipun sekecakaken” yang kira-kira maksudnya, Silakan nak, selamat menikmati. Saya berusaha tidak kalah untuk mengimbangi kesopanan dan kehalusan bahasanya. “Njih bu, maturnuwun” kamipun sebentar bercakap-cakap. “Bu, nyuwun sewu, dalem badhe ndherek tanglet” (Bu, mohon maaf saya mau bertanya), tanya saya. “Monggo” (silakan) si ibu menjawab. “Punika foto-fotonipun para priyantun agung, sami tindak mriki nggih bu? (Ini foto-fotonya tokoh-tokoh terkenal, pada sering ke sini ya bu?). “Leres nak, mriki niki warung ampiran Bapak-bapak punika… kula remen sanget dados warung pasedherekan. (Betul nak, disini merupakan tempat mampir Bapak-bapak itu… saya senang sekali menjadi warung persaudaraan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi sekali filosofi ibu warung itu. Ya…warung persaudaraan. Si Ibu nampak begitu senang bila warungnya menjadi salah satu perekat silaturahmi, mungkin si ibu sadar betul akan kekuatan dahsyatnya networking. Setiap orang, apapun namanya, serendah apapun posisinya, dan dimanapun tempatnya berada bila dihitung-hitung jumlah temannya minimal 500 orang. Nggak percaya? Mari dibuktikan. Bagi yang sudah menikah coba lihat buku tamu resepsi pernikahannya. Bagi yang belum menikah, hitung berapa undangan yang ingin disebar. Ada 500 lebih khan? Masih nggak percaya? Coba hitung teman-teman Anda mulai dari TK, SD, SMP, SMA atau sampai  tingkat tertinggi pendidikan Anda. Belum lagi ditambah teman sekampung, teman seorganisasi, teman nongkrong, teman seprofesi, teman sehobby, dll. Apalagi seseorang yang mempunyai kedudukan dan jabatan pada profesi tertentu dan di organisasi tertentu, semakin banyaklah teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kitapun merasa, teman sedemikian banyakpun kurang. Coba bandingkan jika kita merasa punya musuh satu saja. Ribet, kesana-kemari wajahnya yang terbayang benar-benar menyebalkan dan selalu kepikiran. Memang dalam interaksi sehari-hari tidak bisa dipungkiri timbulnya gesekan-gesekan, gontok-gontokan, otot-ototan, itu adalah hal yang sangat wajar terjadi, namun kesemuanya bisa dikurangi dengan niatan yang baik dan tulus bahwa apapun judulnya, apapun kondisinya kita semua ingin banyak teman dan saudara. Berkawan memanjangkan umur, berteman mendekatkan jodoh, dan bersaudara mendatangkan rejeki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-2462417731503957398?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/2462417731503957398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/12/seribu-kawan-kurang-satu-musuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2462417731503957398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2462417731503957398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/12/seribu-kawan-kurang-satu-musuh.html' title='Seribu Kawan Kurang, Satu Musuh Kebanyakan'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-4293304511544949373</id><published>2010-11-08T08:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T08:44:29.431-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Stop Alasan - Stop Menyalahkan</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkah Anda Beralasan? Atau. Pernahkan Anda berbuat salah? Atau. Pernahkan Anda disalahkan? Sebagai manusia tentu pernah bahkan sering melakukan dan diperlakukan seperti itu. Beberapa hal telah menjadi darah daging kenapa sering memberikan alasan. Alasan menjadi ukuran akan kepiawaian orang dalam bergaul. Beralasan bisa menutupi kejelekan kita. Dengan beralasan berarti telah membela diri demi suatu kehormatan. Lalu apakah tidak baik. Tentu beralasan bisa menjadi baik atau buruk tergantung situasi dan proporsinya. Tetapi kalau boleh jujur sejujurnya kebanyakan dari alasan itu adalah untuk menutupi kekurangan-kekurangan. Saya berani bertaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbarengan dengan alasan adalah menyalahkan. Juga sudah menjadi kebiasaan sehari-hari setiap ada masalah/problem setelah dikemukakan suatu alasan, otak kembali berputar untuk mencari pihak yang harus disalahkan? Betul khan? Saya yakin Anda tidak berani membantah pernyataan saya ini. Mari kita check di pekerjaan kita masing-masing. Selalu saja kita berdalih terhadap posisi kita dan selanjutnya mencari pihak yang bisa disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang tertentu mencari alasan ataupun disalahkan menjadi hal yang baik jika diartikan sebagai suatu masukan untuk perbaikan diri. Namun sebagian besar orang akan sulit menerinanya. Kebanyakan yang terjadi adalah jika dalam komunitas itu saling memberikan alasan dan berakhir pada perncarian yang salah, biasanya suasana kerja kurang kondusif, bertipu muslihat dan mencari selamat sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga merasakan penyakit berdalih dan menyalahkan ini sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Baik dalam kontek bercanda maupun serius. Kemaren malam saya berkesempatan mengikuti salah satu acara yang diselenggarakan oleh Indonesia Islamic Business Forum. Bukan ingin gaya-gayaan tapi jujur karena gratis diundang oleh salah satu kolega. Bersyukur sekali mempunyai teman yang seperti ini, tahu aja kalau saya suka ikut seminar tapi terganjal tiket. Semoga beliau senantiasa berkelimpahan rejeki. Pembicara acara ini adalah Bp. Ir. Heppy Trenggono M.Kom, CEO United Balimuda sebuah holding perusahaan yang sudah beromzet trillyunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merinding dan sedikit gemetar saya saat itu. Karena seperti ditelanjangi dan betapa malunya kepada diri sendiri. Pak Heppy cerita mengapa Cina bisa begitu maju dan sangat ditakuti oleh dunia. Satu kata yang membedakan dan begitu tajamnya, kata itu adalah “karakter unggul”. Kata Pak Heppy di Cina etos kerjanya merata di semua usia. Bahkan ibu-ibu beserta seorang nenek bekerja di rumah mereka sendiri dengan memproduksi barang. Berarti jarang dong orang ngobol-ngobrol tanpa hasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari untuk menjadi orang yang “berkarakter unggul” banyak sekali godaan dan tantangannya. Yang sederhana saja Stop Alasan – Stop menyalahkan. Dan sayapun sadar bahwa saya tidak bisa merubah lingkungan saya, tanpa saya berubah duluan. Oleh karena itu mulai saat ini tolong bantu saya untuk bisa menghentikan dalih-dalih setiap kali ngomong dan menghentikan juga menyalahkan orang lain. Dari sudut pinggir seorang teman berkata.. yang penting ngerti sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stop Alasan – Stop Menyalahkan, PASTI BISA.&lt;br /&gt;Wallohua’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-4293304511544949373?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/4293304511544949373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/11/stop-alasan-stop-menyalahkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4293304511544949373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4293304511544949373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/11/stop-alasan-stop-menyalahkan.html' title='Stop Alasan - Stop Menyalahkan'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-5712470092878410947</id><published>2010-11-01T05:55:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T05:56:26.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Kokohnya Merapi, Rosonya sang Juru Kunci</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok kuncen merapi ini tidak habis-habisnya dibicarakan, di warung kopi, di kantor-kantor, di pos kamling dan dimanapun tempatnya. Ketokohannya menyamai berita letusan sang gunung api sendiri. Ya… mbah Maridjan telah menjadi ikon gunung Merapi. Sosoknya yang sudah renta, namun masih tampak begitu gagah naik turun gunung. Saya tidak akan mengajak Anda untuk mengkultuskan beliau, dan juga tidak akan memberikan penilaian yang negatif akan sosoknya. Anda akan saya ajak melihat dari prespektif yang berbeda, yaitu tentang sebuah nilai kehidupan. Keren khan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let’s Go!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah Maridjan seakan-akan tidak mau kalah dengan sahabatnya gunung Merapi, yang berdiri kokoh di tengah-tengah pulau Jawa ini. Seakan beliau akan malu meninggalkan tugas. Tugas ibarat titah yang harus dilakukan apapun resikonya. Berdosa besar jika tidak ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Harta benda dan nyawa menjadi kecil dan tak bernilai bila dibandingkan dengan titah yang harus diembannya, karena telah sanggup dan sudah berjanji. Memikul janji seberat gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai kesederhanaannya telah memupus kontroversinya sebagai orang yang keras kepala. Kebersahajaannya telah membuat decak kagum orang, para selebritis, politisi dan siapa saja yang mengenalnya. Namanya harum di akhir hayatnya. Dikenang sebagai orang yang sangat teguh pendirian, tanpa pamrih, low profile dan roso-roso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik itu semua ternyata ada juga nilai yang sepatutnya dipahami. Ketika suatu bencana datang merupakan suatu kewajiban untuk menyelamatkan diri. Seorang pemimpin sejati tentu akan mengomandoi untuk penyelamatan semuanya. Termasuk penyelamatan dirinya sendiri. Bukan berdiam diri tak berbuat apa-apa. Tim penyelamat yang datang bisa jadi bentuk pertolongan yang dikirim Tuhan, jika menolak kekonyolan yang didapat. Saya berdoa mbah Maridjan tidak termasuk yang berdiam diri karena keras kepala melainkan karena sebuah nilai yang diyakini, pantang seorang pemimpin “tinggal glanggang colong playu”. Pantang meninggalkan area pertempuran kalau masih ada anak buahnya yang berperang. Akhir hayat yang sedang sujud, semoga menjadi pertanda akan kejernihan jiwanya dan penghambaannya pada Sang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-5712470092878410947?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/5712470092878410947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/11/kokohnya-merapi-rosonya-sang-juru-kunci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/5712470092878410947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/5712470092878410947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/11/kokohnya-merapi-rosonya-sang-juru-kunci.html' title='Kokohnya Merapi, Rosonya sang Juru Kunci'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-6661232348263134507</id><published>2010-10-27T07:33:00.001-07:00</published><updated>2010-10-27T07:33:54.915-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Dikritik... Menyakitkan sih, tapi Nyaman</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering dalam akhir perkataan atau pada saat-saat tertentu seseorang mengatakan, saya mengharapkan kritik dan masukan, mohon koreksinya ya Pak atau ibu, dsb dst. Bila jujur barangkali akan ada beberapa kondisi. Pertama dari pihak yang dimintai kritikan alias pengkritik. Seseorang yang mengkritik bisa mempunyai tujuan yang bermacam-macam. Ada yang sekedar "ngenyek", ada yang karena sakit ati, ada yang basa-basi dan ada juga yang memang berniat tulus agar lebih maju. Kedua adalah pihak yang meminta kritik. Sama seperti sebelumnya, yang minta kritikan ini juga macam-macam ada yang basa-basi juga sebagai pemanis perkataan, ada yang latah, dan ada yang memang mengharapkan masukan dari orang lain agar dirinya tahu kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dari kesekian maksud dan tujuan kritikan ternyata untuk mengkritik dan dikritik bukan perkara mudah. Coba kita telusuri satu per satu. Konon kata ahli psikolog bahwa manusia cenderung mempunyai sifat defensive artinya sifat membela diri. Tak terkecuali terhadap kritikan. Aneh memang katanya minta dikritik tetapi setelah dikritik malah marah, ngambek dsb. Eh..kamu itu kata si Anu orangnya gini-gini lho... mbok iya kamu rubah sikapmu itu. Apa reaksi kita? Biasanya kita akan membela diri.. betul? Tidak perlu saya jelaskan secara lebih mendetail, karena setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri dalam bereaksi. He..he.. apalagi perempuan. Lebih TOP BGT. Ya.. Anda benar... sayapun juga merasakan hal demikian (red..kadang-kadang). Anda juga harus jujur...saya yakin 100% Andapun juga demikian. Ngaku aja dech...he...he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha terus..gimana dong? Kadang-kadang Kritik dan Kripik memang beda tipis. Hanya beda di huruf "t" dan "p". Kalau kripik enak, gurih tetapi kalau kritik pahit, menyakitkan. Itulah watak kritik. Seperti halnya jamu. Tentu kita semua pernah minum jamu. Jamu rasanya pahit beda dengan syrup yang segar dan manis. Tetapi dengan rutin minum jamu badan menjadi segar, sehat sehingga daya tahan tubuh semakin bagus. Barangkali sama dengan kritikan, bila sering dikritik dengan dimaknai sebagai masukan untuk memperbaiki diri rasanya akan terus meningkatkan kualitas kemanusiaan. Tetapi saya juga setuju tidak semua jamu boleh kita minum. Jamu sari rapet tentu tidak cocok buat wanita yang sangat kurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah pentingnya lagi, saat kapan harus mengkritik, kepada siapa kritikan itu dan bagaimana caranya. Bagi yang tidak terima kritikan dianggap sebagai penghinaan, fatalnya lagi jika mentalnya nggak sanggup, ia akan merasa diholimi, disakiti, disalah-salahkan akhirnya ia depresi merasa tidak berguna, loyo dsb. Namun bagi yang menerima, kritikan dianggap sebagai jamu yang harus dia minum agar semakin kuat, semakin bagus dan semakin sukses. Tapi ingat sekali lagi... minum jamu pun ada waktunya, dan ukurannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat lain Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-6661232348263134507?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/6661232348263134507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/dikritik-menyakitkan-sih-tapi-nyaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6661232348263134507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6661232348263134507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/dikritik-menyakitkan-sih-tapi-nyaman.html' title='Dikritik... Menyakitkan sih, tapi Nyaman'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-68827564205806595</id><published>2010-10-23T06:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-23T06:33:28.794-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Kroco Mumet</title><content type='html'>Anang Yunianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mendengar atau membaca istilah yang mungkin terkesan masih asing yakni ‘Kroco Mumet’? tidak tahu asal mulanya dari mana sehingga saya juga kesulitan menemukan rujukan makna yang sebenarnya. Tetapi memperhatikan gabungan kata dan rasa bahasa yang muncul dari keduanya, mungkin kita bisa menerka-nerka makna yang dikandungnya. Kata kroco mengacu pada binatang sejenis keong yang dalam beberapa istilah lain juga disebut kreco, kul atau keong sawah. Karena tempat hidupnya di area persawahan, lumpur sungai atau selokan, maka kata Kroco disini dijadikan personifikasi orang yang berada pada strata rendahan. Rendahan ini lebih mengarah pada sebuah posisi / jabatan dalam struktur kepegawaian. Sehingga kata kroco menyasar dengan tepat sebagai simbol orang berpangkat rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kata ‘mumet’ relatif sudah meluas yang diartikan pusing, puyeng, penuh pikiran, sumpek dan sejenisnya. Kata mumet menggambarkan tingkat kesulitan, situasi penat yang didera seseorang dan mengarah pada kebuntuan penyelesaian. Mumet juga berarti putar-putar ( muter-muter, bhs Jawa ) yang mengandung makna bahwa karena kesulitan yang ada itupun sudah diupayakan jalan penyelesaiannya dengan cara kesana-kemari tetapi seakan menghadapi jalan buntu dalam kesendirian pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggabungkan 2 kata kroco dan mumet menjadi satu, sudah bisa dibayangkan situasinya dimana ada orang yang berpangkat rendah-pekerjaan rendahan mengalami kesulitan yang luar biasa hebatnya dan sudah berusaha mencari jalan keluar kemana-mana tetapi tidak ketemu juga. Ternyata setelah saya pikir-pikir mendalam, kata kroco mumet ini bisa menggambarkan kisah pilu orang rendahan dengan gamblang, spesifik dan penuh penghayatan. Hebat betul penemu gabungan kata ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena situasi sebagai kroco mumet ini mungkin saja pernah terjadi pada kita yang membaca tulisan ini atau bahkan sering dialami, maka apakah kita mau situasi tersebut terus mendera kita secara berkelanjutan ? lalu apa jalan keluar yang memungkinkan kita tidak terus menerus menghadapinya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logic maka jawabannya adalah jangan mau menjadi kroco dan jangan pernah mau untuk mendapati situasi mumet. Cukup singkat-padat bukan ? tetapi tidak cukup menjawab rasanya ya....baiklah kita urai lagi jika demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kita menjadi pekerja rendahan, pegawai menengah atau pejabat tinggi adalah sebuah pilihan yang kita tentukan sendiri. Coba kita cek, apakah ada peraturan di negeri ini yang melarang dengan jelas nama kita tidak boleh menduduki posisi yang baik-terhormat di perusahaan hebat atau sebuah lembaga yang terhormat ? rasanya koq tidak ada. Atau kalau kita memang sudah sangat muak dan merasa tidak cocok sebagai pekerja rendahan dan merasa bisa menjadi pejabat tinggi lalu mengambil tindakan untuk merubah dan menggapainya, apakah ada aturan yang melarangnya ? so tempat kita saat ini dalam posisi suka atau tidak suka sebenarnya adalah pilihan kita dan jika sudah tidak suka sebenarnya dengan mudah kita bisa merubahnya bukan ? ( keluar dari pekerjaan ini lalu mencari yg lain yang kita anggap cocok, dst ). Kita menjadi kroco karena kita mau dan dengan sadar kita memilihnya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan lain sangat terbuka untuk tidak terus menetapkan diri sebagai kroco, bagaimana caranya ? mari kita belajar meningkatkan kualitas diri kita untuk keluar dari sarang pemikiran kroco, berusaha dengan keras untuk tidak lagi pantas disebut kroco, bersungguh-sungguh melakukan metamorfosis diri untuk meninggalkan jejak perilaku kebiasaan kroco. Berubahlah secara total dengan bentuk tindakan nyata untuk memperbaiki diri dengan penuh kesadaran-kesungguhan untuk tidak terus pantas menduduki posisi kroco. apa bisa ? sudah banyak bukti dimana seorang pekerja rendahan bisa mencapai puncak prestasi di perusahaan-2 ternama di negeri. Sehingga mau jadi kroco atau bukan adalah pilihan yang sadar yang kita sendiri memilihnya. Sekarang ubah pilihan itu dengan mengatakan dengan jelas dan membuktikan dengan nyata bahwa kita tidak mau jadi kroco lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumet, bagaimana lagi ini mangatasinya ? mumet sebagai gambaran tentang kesulitan hanya bisa diatasi hanya dengan kita tahu caranya. Mumet karena pengetahuan kita sangat minim terhadap persoalan yang kita hadapi. Pengetahuan yang minimalis berhadapan dengan persoalan yang kompleks selalu akan berakhir dengan mumet. So, kalau begitu bagaimana ? tidak ada cara lain kecuali meningkatkan pengetahuan-ketrampilan-cara-2 menghadapi masalah. Akhirnya seberapapun besarnya masalah jika ketemu dengan tingkat pengetahuan-ketrampilan-keahlian yang tinggi maka masalah itu menjadi kecil adanya. Bukankah pekerjaan menambal ban sepeda saja sangat sulit bagi orang yang tidak tahu caranya ? dan bukankah itu menjadi mudah ditangan tukang tambal ban meski mungkin beliau tidak lulus untuk sekedar sekolah dasar. Untuk itu mari kita tingkatkan pengetahuan-ketrampilan-keahlian (kompetensi ) kita sehingga dengan demikian situasi mumet akan hilang dengan sendirinya. Ingat, mumet terjadi karena salah satunya kita selalu menggunakan cara-cara lama untuk menyelesaikan persoalan-persoalan baru. Untuk itu solusinya adalah perbaharui cara-cara kita sehingga selalu kompatible-cocok dengan situasi yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika kita dengan sungguh-sunnguh memilih untuk memantaskan diri untuk tidak lagi disebut kroco, memantapkan diri untuk terus belajar memperbaharui kompetensi, maka istilah kroco mumet akan segera berlalu dari kita. Kroco mumet ? tidak lagi tuh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-68827564205806595?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/68827564205806595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/kroco-mumet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/68827564205806595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/68827564205806595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/kroco-mumet.html' title='Kroco Mumet'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-6941388750578736108</id><published>2010-10-22T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T06:48:52.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Pengamen Professional</title><content type='html'>Anang Yunianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya akan berbagi cerita yang saya dapatkan sewaktu saya melakukan perjalanan dinas ke Makassar untuk berbagi-menambah ilmu dengan teman-tman Sulawesi-Ambon-Papua pada minggu ini (pertengahan bulan Oktober ini). Saat itu saya dan 2 orang kawan sedang ingin wisata kuliner dengan mencicipi makan pagi berupa nasi kuning yang katanya sangat terkenal di kota ini yakni nasi kuning Riburane yang warung-nya terletak di dekat area pelabuhan. Benar juga warung makan ini terlihat ramai oleh para pecinta nasi kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja kami duduk, terlihat seorang pengamen yang terbilang masih muda datang lalu duduk di dekat pintu keluar sambil menyiapkan diri dengan gitar tuanya untuk menyanyi. Kami bertiga saling berpandangan saat melihat adanya pengamen yang kami pikir akan mengganggu kenyamanan makan pagi kala itu, karena sudah biasa kalau di tempat makan ada pengamen pasti serba tidak nyaman rasanya. Secara otomatis saya sudah langsung cek dompet apakah ada uang receh yang biasa diberikan kepada pengamen saat dia selesai beraksi. Sungguh repot saya saat itu karena tidak ada uang receh sama sekali. Saya pikir ya sudah nanti saja selesai bayar makan saja saya berikan uang receh kembalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sang pengamen mulai memetik gitar dan mengeluarkan suaranya.....saya dan teman-2 mulai tergelitik melihatnya-mendengarkan lebih jelas suaranya. Sungguh luar biasa, diluar dugaan, dentingan gitarnya sangat bagus dan suaranya sangat oke banget. Jika boleh bertaruh, maka kelompok pengamen Klantink yang masuk di salah satu acara televisi pencari bakat, saya bisa katakan kalah jauh dari pengamen ini. Sungguh kami jadi terpukau dengan kemampuan pengamen ini. Kami jadi terhibur dengannya dan sedikit mendiskusikan keahliannya. Saya perhatikan pengunjung warung ini sepakat dengan saya yang juga merasakan nikmatnya lantunan lagu-2 barat yang dibawakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu per satu pengunjung warung yang selesai menikmati makan nasi kuning-nya selalu menaruh uang di kotak yang telah disediakan. Kami bertiga-pun malah masing-2 juga menaruh uang dalam jumlah yang tidak terbilang receh untuk ukuran pemberian kepada pengamen. Di dalam kotak-nya saya melihat memang bukan sekedar uang receh yang terkumpul disana, banyak diantaranya malah dalam jumlah yang besar. Saya berkesimpulan bahwa orang-2 yang memberikan uang kepada pengamen ini pasti mirip dengan kami bertiga, kami puas-senang mendengarkan lagu-2 yg dibawakannya dengan penuh penghayatan dan kemerduan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang ke Jakarta selesai dari warung pagi itu juga, di pesawat saya berpikir keras tentang kejadian itu. Yang semula kami meremehkan kehadirannya menjadi sangat ingin terus mendengarkan merdu suaranya, yang semula kami merasa terganggu dengan keberadaanya malah berbalik senang-terhibur karenanya, yang semula kami cari-carikan uang receh untuknya menjadi rela merogoh lebih besar dari biasanya. Kesimpulan sementara saya adalah karena pengamen tersebut begitu hebat mengeluarkan kemampuannya, begitu memukau memainkan peran tugasnya alias profesional dalam pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear rekan-rekan sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita renungkan sejenak sekelumit cerita diatas, bahwa sekecil apapun diri kita, serendah apapun posisi kita, seremeh apapun jenis pekerjaan kita tetapi jika dilakukan dengan penuh kesungguhan, dipahami dengan penuh kesadaran, dilengkapi dengan segala kemampuan maka yang awalnya rendah itu bisa menjadi sangat tinggi nilainya. Saat seseorang memiliki nilai maka sebesar itu pula penghargaan yang akan di terimanya. Seorang Driver adalah sebuah pekerjaan yang sarat dengan nilai-nilai pelayanan. Pertanyaanya adalah bagaimana kira-kira penghargaan pelanggan yang kita layani saat ini terhadap kita? itulah pertanda kepantasan nilai kita. Jika pelanggan selalu merasa terbantu dengan ringan-tangannya kita, puas dengan senyum ramah layanan kita, selalu senang menerima kehadiran tepat waktu kita, bangga dengan seragam dan tampilan rapi kita, maka pantaslah kita menyadang kata profesional disana. Bukankah sang  pengamen yang saya temui tersebut dapat kita sebut sebagai pengamen profesional karena kemampuan dan cara-cara menampilkan kemampuannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita pantaskan diri kita pada sesuatu yang bernilai dengan terus berusaha meng-optimalkan kemampuan diri kita, memaknai kehebatan pekerjaan kita dan melakukan yang terbaik di setiap waktunya, lalu perhatikan apa yang terjadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-6941388750578736108?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/6941388750578736108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/pengamen-professional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6941388750578736108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6941388750578736108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/pengamen-professional.html' title='Pengamen Professional'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-578748129807458395</id><published>2010-10-16T06:26:00.000-07:00</published><updated>2010-10-16T06:27:22.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Belajar Sukses dari Alam</title><content type='html'>Menarik sekali acara sharing di kantorku siang tadi. Saling berbagi membahas topik Belajar Sukses dari Alam. Materi dibawakan secara apik oleh trainer muda kami Dwi Ary Wibawa dengan meresume e-book karangan Dadang Kadarusman. Dengan dihadiri beberapa orang nampak sekali hidup diskusi siang tadi, dengan diselingi guyonan-guyonan khas anak muda. Anda tahu..guyonan anak muda itu, cirinya adalah guyonan spontan, mencontohkan diri sendiri atau orang lain, dan biasanya tidak mau kalah..namun penuh warna dan bermakna… mari kita tertawa dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kesuksesan itu berdimensi sukses pribadi artinya menjadi pribadi yang unggul, sukses secara sosial, dan sukses spiritual, sukses dalam berhubungan dengan Tuhan. Alam telah mengajarkan contoh-contoh kesuksesan. Simak saja bagaimana pohon pisang tidak akan mati sebelum berbuah dan menghasilkan tunas-tunas baru. Itu menandakan suatu kepantangan menyerah di setiap proses. Selagi belum berhasil pantang untuk berhenti. Badai dan topan, jalanan yang terjal bukan suatu hambatan dalam perjalanan mencapai tujuan. Bisa juga berguru kepada sang ayam jantan. Bagaimanapun ayam jantan akan selalu berkokok lantang di pagi hari di saat suasana masih sangat sunyi, seolah-olah berseru mari menyambut hari dengan penuh kemenangan. Semangat yang senantiasa membara dalam meniti kehidupan ini. Jika antusiasme sudah sedemikian tinggi kesuksesan tinggal menunggu waktu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan menarik dilontarkan oleh om Yagi, kalau begitu ukuran sukses itu seperti apa? Diskusi sahut menyahut untuk saling berpendapat. Ukuran sukses adalah ukuran diri sendiri tidak bisa disamakan antara yang satu dengan yang lain, kesuksesan saya dan yang saya rasakan tentu berbeda dengan kesuksesan yang orang lain rasakan, karena bisa jadi start yang berbeda ataupun sama namun di tempat yang berbeda. Jelas tidak bisa dibandingkan. Ini urai sebagian pendapat dari Mr. Petrus. Om Wandi lain lagi. Bahwa kesuksesan itu diukur seberapa nyaman, seberapa orang merasa termotivasi, seberapa orang merasa ingin meniru sepak terjang kita ketika orang itu bersama dengan kita. Ketika orang berteman dengan kita, orang tersebut merasa aman, merasa senang, merasa bahagia dan merasa ada sesuatu yang bisa diambil dari kita. Namun sebaliknya jika bertemu dengan kita orang itu merasa gerah dan gelisah maka itu belum bisa disebut sukses. Kesuksesannya hanya dinikmati sendiri belum menjadi berkah buat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dari alam ini, kesuksesan adalah sebuah sikap mental, sebuah karakter akan ketekunan, pantang menyerah, penuh antusias dan hal-hal positif yang lain yang setelah itu menebarkan kedamaian dan keberkahan untuk lingkungan sekitar. Seperti yang telah dicontohkan oleh om Sigit MO dan om Gustam tentang kesuksesan tetangga-tetangga mereka dalam mengantarkan anak-anaknya menjadi orang dengan segala keterbatasannya. Artinya sukses tidak dipengaruhi oleh bibit bebet dan bobot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebetulnya kesuksesan juga bisa kita ciptakan dan kita nikmati setiap hari. Saya merasa sukses ketika bisa menyelesaikan tulisan ini, berarti saya telah sukses kecil dalam menulis, saya telah sukses mengalahkan rasa malas, saya telah sukses membuat Anda tercerahkan he..he.. Insya Allah. Kesuksesan juga bisa menciptakan kesuksesan yang baru. Sayapun mencoba memanggil memori kesuksesan saya dari kecil hingga sekarang untuk membangkitkan antusiasme saya. Membayangkan rasanya ketika mendapat rangking 1 di kelas, membayangkan juara catur tingkat RT dan yang lain-lainnya. Meskipun itu sukses kecil tetapi membuat hati gembira dan semangat kembali, kalau dulu bisa sekarang tentu lebih bisa. Dan kesuksesan akan terus berlanjut, untuk mendapatkan kesuksesan dengan skala yang lebih besar di tempat yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-578748129807458395?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/578748129807458395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/belajar-sukses-dari-alam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/578748129807458395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/578748129807458395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/belajar-sukses-dari-alam.html' title='Belajar Sukses dari Alam'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-6424297437833961666</id><published>2010-10-06T08:38:00.001-07:00</published><updated>2010-10-06T08:38:54.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Pelayanan Judes</title><content type='html'>Saya mendapati suatu toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang barang-barangnya lumayan murah bila dibandingkan dengan yang lain. Di samping itu si pemilik toko juga membuka usaha lain di bidang jasa laundry pakaian kiloan. Secara proses, dan hasil si empunya ini mempunyai nilai produk yang bagus. Dengan harga yang murah konsumen bisa mendapatkan barang dengan kualitas yang sama bila dibandingkan dengan toko yang lain. Juga untuk hasil jasa laundrynya, harga bersaing, hasilnya bagus, dan servicenya cepat serta janjinya ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berani bertaruh bahwa yang ada dalam benak Anda, pastilah dugaan bahwa toko dan usaha laundrynya sangat ramai oleh pesanan dan konsumen. Ya..Anda memang tidak salah, bahwa usahanya sangat ramai……pada awalnya. Lho… kenapa memang? Dalam proses perjalanannya, rata-rata konsumen merasakan adanya hal yang mengganggu hati mereka. “Ah..enggak ah, kalau nggak kepepet aku nggak akan beli disana. Lebih baik mahal dikit deh daripada sakit ati. Mana mungkin ibunya Andre beli disana lagi.” Begitulah komentar-komentar miring mereka yang merasa kecewa pada akhirnya. Saya coba tanya, kenapa kok tidak mau lagi membeli atau me-laundrykan ke tempat itu. Ternyata hanya satu kata yang membuat mereka enggan kesana. Yaitu “Judes”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-6424297437833961666?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/6424297437833961666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/pelayanan-judes.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6424297437833961666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6424297437833961666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/10/pelayanan-judes.html' title='Pelayanan Judes'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-6298424175229910791</id><published>2010-09-16T05:47:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T05:48:26.096-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Bang Toyib, Pulanglah Lebaran Ini</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setidaknya sudah dua kali saya merasakan lebaran di perantauan yang cukup jauh dari kampung halaman, tepatnya kurang lebih sepuluh tahun yang lalu. Bersyukur saya tidak sampai tiga kali lebaran. Sehingga rekor bang Toyib tidak terpecahkan oleh saya. Saya berlebaran sendiri bersama teman-teman non muslim bahkan berlainan etnis saat itu. Semua larut dalam kegemberiaan canda tawa dan riang gembira. Barangkali mereka menghibur saya yang tidak sempat bertemu dengan sanak keluarga di kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami merasakan ikatan persaudaraan yang kuat sebagai sesama manusia yang saling membutuhkan, saling mengerti, saling mengisi dan saling menguatkan. Sampai-sampai ada yang mencoba memasakkan opor ayam dan ketupat, dengan resep buku yang malamnya baru dibeli dari gramedia. Meskipun teman saya ini jago dalam masakan cina, tetapi memasak opor dan bikin ketupat tampaknya harus banyak belajar. Bentuknya kupat kurang simetris (pating plethot) dan terasa terlalu lembek juga opornya terlalu kuning bahkan menyerupai kaos salah satu parpol. Apapun rasanya kami nikmati bertiga jerih payah teman tionghoa ini dengan senangnya dan lahapnya. Sungguh indah lebaran di perantauan bersama teman yang saling pengertian seperti ini. Sayapun yakin tiap kali lebaran, kedua temanku itu juga merasakan kerinduan kebersamaan kami. Jika demikian SMS dan email sebagai pengganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi kami sangat berwujud di keseharian kami, teman saya yang tionghoa berkeyakinan katholik, dan satu lagi dari Klaten berkeyakinan Budha, sedangkan saya Islam abangan. Selama puasa teman Tionghoa ini tidak jarang membangunkan dan menyuguhkan sahur buat saya, setelah itu kami bersama-sama makan bareng. Begitupun sebaliknya di saat natal dan hari besar waisak, kami bertiga melewatkannya dengan bersama. Kami menyadari bahwa pasang surut hubungan persahabatan selalu ada, perbedaan pendapat yang tajampun kerap terjadi, tetapi pada saat hari besar dan lebaran kami selalu memaafkan dan kembali kepada nurani bahwa persahabatan lebih dari segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan toleransi dan pengertian, kami bisa melupakan nikmatnya berdesakan di saat mudik, nikmatnya pengab di terminal bis, dan hangatnya perjumpaan dengan sanak saudara. Sekarang saya mengerti kenapa Bang Toyib 3 kali lebaran tidak pulang, semoga di perantauannya sedang mengumpulkan bekal yang banyak untuk anak dan istrinya. Tapi jangan lupa bang..SMS dan lebaran keempat pulang ya bang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-6298424175229910791?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/6298424175229910791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/09/bang-toyib-pulanglah-lebaran-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6298424175229910791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6298424175229910791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/09/bang-toyib-pulanglah-lebaran-ini.html' title='Bang Toyib, Pulanglah Lebaran Ini'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-2674432674521318766</id><published>2010-09-03T04:45:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T04:47:58.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Hari Pelanggan Nasional</title><content type='html'>Bandara       : “ mohon perhatian, para penumpang pesawat Ber-air dengan kode penerbangan B212 tujuan Gak Jelas dipersilakan masuk ke pesawat melalui pintu buntu......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun KA    : “ perhatian-perhatian, kereta Agrok-agrok jurusan Njombang segera berangkat, penumpang diharapkan segera masuk gerbong yg dibongkar.......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminal       : “ bus angkutan mudik jurusan Brebesmili segera berangkat, para penumpang diminta segera naik ......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang Ojek  : “ nah itu dia penumpangku datang nih......”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Pelanggan Nasional memang belum semeriah peringatan hari-hari besar yang lain. Meskipun  sudah diperingati beberapa tahun tetapi memang Harpelnas gaungnya masih belum begitu menggema di negeri kita.  Hal ini sangat wajar karena sangat sedikit perusahaan-2 di negeri kita yang memahami-menyadari betul bahwa customer / pemakain produk-jasa mereka disebut sebagai pelanggan , artinya yang menjadi langganan bisnisnya. Customer lebih dimaknai sebagai penumpang, artinya yang menumpangi bisnisnya. Kalau penumpang berarti bukan pihak yang sesungguhnya, karena istilah penumpang berarti hanya sekedar ikut menumpang. Sungguh ironis tentunya jika kita sudah membayar dengan harga mahal tetapi masih saja disebut penumpang sehingga kita diperlakukan sebagai pihak yang sekedar menumpang. Apalagi jika kulit kita sedang gelap maka akan disebut sebagai penumpang gelap.....sungguh memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, hari pelanggan nasional ini dimunculkan untuk mengembalikan makna customer sebagai pelanggan yakni pihak yang diharapkan terus menjadi pemakai langganan produk atau jasa perusahaan. Karena diharapkan jadi langganan, maka perusahaan diminta memberikan perlakukan yang tepat supaya terus setia dalam berlangganan. Kenapa harus pelanggan yang diperingati-dihargai, koq bukan karyawan saja dengan mengadakan peringatan hari karyawan nasional ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jack Welch, seorang CEO legendaris dari General Motor pernah berucap “ Companies do not provide job security....only customers do !”. Dari sini kita mestinya jadi paham bahwa sesungguhnya yang menjamin keberlangsungan bisnis bukanlah kita sebagai karyawan, tetapi pelanggan. Lebih tegas lagi yang sesungguhnya menggaji setiap bulan, memberikan THR menjelang lebaran itu bukan bagian HRD diperusahaan, tetapi pelanggan. Sehebat apapun perlakuan perusahaan terhadap karyawan, secepat apapun bagian HRD men-transfer pembayaran, sebesar apapun budget promosi oleh bag marketing dikeluarkan, sedahsyat apapun produk/jasa dikembangkan, tetapi jika tidak ada yang mau menjadi pemakai/pembeli/pengguna alias pelanggan...maka kehebatan-kecepatan-kebesara-kedahsyatan itu tiada guna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali kita masih ingat produsen HP top di era 90an akhir yang produknya merajalela, yakni Siemens dan Motorolla. Sekarang bagaimana khabarnya ? mereka sudah nyaris tak terdengar di dunia per-HP an, kalah jauh dibanding pendatang NOKIA. Begitupun dengan Nokia, beberapa waktu lalu dirilis bahwa mereka sudah demam-meradang karena angka penjualannya makin lama di gerogoti pendatang baru yang makin canggih yakni Blackberry. Demikian juga blackberry sudah cenut-cenut khawatir disaingi Ipod dari Apple atau Nexus One dari Google dengan teknologi androidnya. Semua katakutan ditinggal pembeli setianya alias pelanggannya. Kesimpulannya tidak ada produk/jasa yang hebat kecuali yang disukai pelanggannya dan tidak ada perusahaan yang hebat bertahan lama jika tidak memiliki pelanggan. Jika di buat shortcut maka kesimpulannya tidak mungkin akan ada perusahaan jika tidak ada pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kalau sudah tahu bahwa pelanggan itulah yang sesungguhnya menjadi darah dari kehidupan perusahaan kita, kenapa kita sepelekan ? bahkan kita sering menganggap pelanggan seperti Jaelangkung, datang tak disambut-pulang tak diantar. Padahal jelas-jelas kita bisa seperti sekarang ini ya karena adanya pelanggan. So, hari pelanggan nasional mengingatkan kembali pentingnya kita memperlakukan pelanggan dengan sangat layak, karena pelangganlah yang menghidupi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-2674432674521318766?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/2674432674521318766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/09/hari-pelanggan-nasional.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2674432674521318766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2674432674521318766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/09/hari-pelanggan-nasional.html' title='Hari Pelanggan Nasional'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-4056013928042070111</id><published>2010-08-28T16:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T16:09:30.847-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Ngapain “Bengkerengan” bila tidak Prinsip</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat kejadian di sekitar kita bahkan di dunia ini suatu peperangan, suatu perpecahan, suatu perkelahian, bahkan suatu perceraian sebetulnya disebabkan oleh hal-hal yang remeh temeh. Kecil dan tidak berprinsip. Namun hal-hal yang remeh-temeh ini dibuat hiperbola dibesar-besarkan dan seakan-akan menyentuh ubun-ubun harga diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya rumusnya sederhana agar tidak terjadi ”bengkerengan” atau perkelahian atau perselisihan. Tanyakan saja kepada diri sendiri “untung dan ruginya apa sih?” Dengan pertanyaan sederhana ini saya rasa bisa meredam amarah yang mendidih, menurunkan tensi dan mengalahkan ego. Kita sendiri akan capek mengurusi hal yang kaya ginian, menjadi tidak berproduktif, tumpul ide, dan sibuk mencari alasan pembenar sikap kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu timbul pertanyaan? Lho gimana caranya membedakan itu prinsip dan tidak prinsip? Gampang! Tanyakan lagi aja kepada diri sendiri lagi, kalau urusan ini aku perpanjang untung ruginya apa buat saya dan organisasi saya? Untung dan rugi tidak harus bersifat material, tapi apa saja yang berdampak positif atau negatif bagi kehidupan ini. Tapi bila itu akan berdampak besar pada kehidupan kita, ke ujung bumipun harus diselesaikan. Gampang khan? Gitu aja kok repot, kata Gusdur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantikan seri lanjutannya, Memaafkan tidak sama dengan Mengampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana opini Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-4056013928042070111?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/4056013928042070111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/ngapain-bengkerengan-bila-tidak-prinsip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4056013928042070111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4056013928042070111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/ngapain-bengkerengan-bila-tidak-prinsip.html' title='Ngapain “Bengkerengan” bila tidak Prinsip'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-1613036252989661424</id><published>2010-08-19T16:11:00.001-07:00</published><updated>2010-08-19T16:11:51.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Biar Jelek yang Penting Sombong</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam obrolan ringan bersama teman-teman, muncul celetukan yang cukup menggelitik “udah jelek, miskin, kutu kupret minderan lagi, mending aku dong…biar jelek yang penting sombong”. Lha wong sudah jelek lagi miskin kok masih minder…ya sono ke laut aja. Demikian sahut menyahut dan meledakkan tawa yang renyah di kalangan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dimaknai lebih dalam celetukkan tadi ada benarnya juga. Saya sendiri memaknainya sebagai upaya dalam melecutkan percaya diri di antara kami. Meskipun kondisi yang ada kurang mendukung dalam memamerkan sesuatu, tetapi setidaknya dengan modal yang ada termasuk modal dengkul kita sudah bisa dipakai menjadi tekad yang nekat untuk berbuat yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang seperti saya yang sudah bergelut dengan kekurangan selama bertahun-tahun (termasuk kekurangan tinggi badan he..he..), kalimat biar jelek yang penting sombong menjadi kalimat penyejuk pelepas dahaga haus dan menjadikan pendorong dan pembuang rasa minder di dada. Daripada lengkap 100% penderitaan karena minder mending 100% percaya diri. Beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho..bukannya sombong itu sikap yang tidak terpuji. Betul. Sombong merupakan pakaian Tuhan yang makhluk seperti saya dan Anda tidak berhak memakainya. Dalam tataran horisontal orang yang sombong biasanya selalu dijauhi teman-temannya. Tentu harus dibedakan sombong yang model apa yang bisa membangkitkan percaya diri dan sombong yang merugikan. Ketika berlaku laksana raja, bahwa tidak ada campur tangan Tuhan di setiap peristiwa dan merendahkan orang lain, barangkali kesombongan itu yang merugikan. Tetapi bila merupakan suatu ikhtiar yang meyakini bahwa manusia merupakan makhluk yang setara dengan yang lain dan berhak sama-sama sukses, dan penghormatan terhadap orang lain tidak berkurang serta ketaatan kepada Tuhan senantiasa dipupuk, model begini yang layak diteladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-1613036252989661424?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/1613036252989661424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/biar-jelek-yang-penting-sombong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1613036252989661424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1613036252989661424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/biar-jelek-yang-penting-sombong.html' title='Biar Jelek yang Penting Sombong'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-8547719056714438623</id><published>2010-08-16T21:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T21:34:40.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Memerdekakan Diri</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gegap gempita perayaan ceremonial upacara bendera 17 Agustus 2010 baru saja selesai. Terlihat wajah-wajah ceria di barisan upacara itu. Sungguh patut diacungi jempol para sahabat ini begitu antusias dan semangat dalam mengikutinya. Pagi-pagi buta di saat hari libur, rela mengorbankan waktu dan tenaganya mengalahkan rasa kantuk dan juga melawan pertanyaan...sebenarnya buat apa sih upacara? Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini peserta upacara tidak harus berkeringat karena tertolong oleh cuaca yang mendiung di Semarang, sehingga semakin menambah khidmatnya upacara...mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaknai kemerdekaan, selayaknya berinstrospeksi terus pada diri sendiri. Apa yang kurang dan apa yang lebih. Memerdekan diri untuk selalu berbuat baik, bermanfaat untuk orang lain dan berkarya seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...apakah juga merdeka untuk narcis ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam merdeka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-8547719056714438623?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/8547719056714438623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/memerdekakan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8547719056714438623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8547719056714438623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/memerdekakan-diri.html' title='Memerdekakan Diri'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-6574742700626160105</id><published>2010-08-14T20:25:00.001-07:00</published><updated>2010-08-14T20:25:58.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Pemimpin yang Melegenda</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terdengar bahkan diyakini bahwa setiap individu adalah pemimpin. Kita akan bicara tentang pemimpin yang melegenda. Melegenda artinya selalu diingat nama baiknya, diselami pemikirannya, diikuti petuah-petuahnya dan menjadi inspirasi setiap tindakan-tindakannya. Karena sedemikian besar pengaruh seorang pemimpin maka tidak heran jika dalam satu ungkapan suci, pemimpin yang demikian adalah salah satu penghuni surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meyakini, banyak sekali pemimpin yang melegenda di sekitar kita baik yang skala rumah tangga sampai sampai negara bahkan dunia. Pak Karno salah satu yang melegenda dalam skala negara, bisa jadi kakek, ayah atau pakdhe kita juga merupakan pemimpin yang melegenda di lingkungan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya apa tolak ukur utama untuk menilainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu ungkapan suci dikatakan bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dicintai pengikutnya dan diapun mencintai pengikutnya. Timbul suatu pertanyaan, apa yang dimaksud dengan mencintai dan dicintai? Agak susah memang untuk menterjemahkannya. Karena manusia merupakan makhluk paling unik di dunia. Mencintai dan dicintai adalah sesuatu yang relatif, akan sangat berbeda antara yang satu dengan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana nich? Pemimpin merupakan suatu proses yang panjang, hasil akan terlihat setelah melalui tahap demi tahap proses yang akhirnya akan melahirkan suatu rasa antara pemimpin dan yang dipimpin saling mencintai. Kehadiran pemimpin selalu dinanti, karena akan menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi pengikutnya sedangkan kepergiannya ditangisi. Pun demikian bagi sang pemimpin, hatinya selalu merindukan bagaimana kehadirannya selalu membawa manfaat buat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika kita bisa berlaku seperti itu hakekatnya Anda adalah seorang pemimpin yang pasti melegenda pada hati pengikutnya meskipun tidak harus meminpin dalam arti yang formal. Lebih-lebih lagi jika telah menjadi pemimpin yang disyahkan dalam organisasi tertentu. Kesempatan kita jauh lebih besar untuk kemanfaatan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya diri kita yang akan terkenang, namun seluruh anggota keluarga, teman-teman di sekitar kita ikut bangga menjadi bagian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-6574742700626160105?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/6574742700626160105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/pemimpin-yang-melegenda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6574742700626160105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6574742700626160105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/pemimpin-yang-melegenda.html' title='Pemimpin yang Melegenda'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-6387160161699541882</id><published>2010-08-12T04:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T04:55:56.305-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Apa itu kerja kreatif ?</title><content type='html'>Anang Yunianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Control your destiny or someone else will ( Jack Welch )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dear team,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat dari Jack Welch tersebut diatas sangat dalam maknanya jika kita mau memahaminya dengan sungguh-2. Secara bebas bisa diartikan, kontrol-kendalikan tujuan-2 Anda-hal-2 terpenting dlm hidup Anda-nasib Anda, atau jika tidak maka orang lain yang akan mengendalikan semua itu untuk kita. Maksudnya bahwa kita memiliki kuasa penuh atas diri kita ini mau kemana-mau jadi apa kedepan. Jika kita tidak mengambil peran atas diri kita sendiri, maka akan ada orang lain yg mengendalikan arah kita yang bisa jadi tidak sesuai dengan kemauan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal diatas bisa di analogikan bahwa diri kita ini yg memegang remote control atas channel-2 tujuan kita. Setiap saat kita bisa mengganti channel pilihan atas kesadaran kita. Kita mau menjadi karyawan yg rajin tinggal pencet channel 1 misalnya,mau teliti saluran 2, motivasi saluran 3 dst. Sebaliknya bila mau pilih yg malas-2 an saluran 13 juga tersedia. Semua tergantung kita mau yang mana karena remote ada di kita. Tetapi jika kendali remote kita serahkan orang lain, maka jangan kecewa jika Anda mau rajin terpencet malas, mau jadi Kadept keliru jadi collector, mau jadi BOD keliru jadi direktur OB dst. Kita benar-2 tidak berdaya atas diri kita karena remote Anda serahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana supaya remote ini selalu dalam genggaman kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, milikilah tujuan-2 terlebih dahulu. Pastikan bahwa kalau pada pukul 19.05 di MetroTV itu ada channel motivasi dari Mario Teguh dan saya harus melihatnya dengan lengkap dari awal sampai akhir, misalnya. Pastikan bahwa dalam bekerja ini memiliki tujuan yg Anda mau capai dengan jelas. Makanya ada konsep yg menyatakan jika Anda memiki tujuan maka tujuan itu harus di rumuskan secara SMART ( diartikan pintar-cerdas) tetapi juga sebuah singkatan dari : Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timetable. Yakni jelas arahnya, terukur tujuannya, sesuatu yg bisa dicapai, pernah ada atau setidaknya bisa dicapai dan tidak ngawur, dan terakhir ada ukuran waktunya. Misal, mau menjadi Kepada Departemen, maka harus di breakdown kapan mau jadinya, bagaimana caranya karena Kadept itu tidak nganeh-nganehi karena sudah jelas ada yang pernah ada jadi Kadept, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, milikilah alat kontrol yang memungkinkan kita tidak keluar jalur dari tujuan-2 yang sudah kita tetapkan. Dalam bekerja selalu milikilah indikator-2 kunci atas kinerja Anda atau yg biasa di sebut dg KPI ( key performance indicator ). Kalau seorang PDI indikator utamanya adalah saat serah terima unit semua clear maka buat alat kontrol yg jelas supaya itu terlaksana. Misalnya, saya akan selalu cek satu per satu atas unit yg saya serah terimakan kepada pelanggan dan tidak boleh ada yg terlewat. Cek list yg ada harus benar-2 komplit kalau kurang saya tambai sendiri, dsb. Kalau Anda seorang MO, maka saya harus memastikan prospke-2 saya tercatat dg baik secara update, kontrak-2 terus saya monitor, pembayaran pelanggan selalu saya kontrok dg ketat. Semua itu saya raportkan kepada atasan yg terkait secara reguler diminta atu tidak. Utk mengingatkan atas semua pekerjaan maka saya buat semuanya di excel yg saya buka setiap hari. Semua itu hanyalah sekedar contoh yg intinya milikilah alat kontrol dalam arti sistem. Alat kontrol lain adalah milikilah rekan yg bisa diajak sebagai partner untuk diskusi dan memberikan masukan-koreksi atas kinerja Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, milikilah sense of creativity. Kreatifitas bukan berarti membuat laporan data di excel ditambahi gambar-2 atau karikatur di warnai, bukan itu. kreatifitas itu kita tahu apa yg dibutuhkan oleh diri sendiri-rekan kerja-atasan-pelanggan dst. Lalu di pastikan apakah laporan-2/data-2 itu sudah memenuhi harapan mereka atau belum. Jika belum maka di bagian mana yg diharus di tambahkan. Saya sendiri berusaha utk selalu ketat dg pembuatan laporan-data, saya pastikan kalau pakai excel gride line pasti sudah hilang dari layar, fornt dibuat yg menarik, sesekali utk penekanan di berikan warna tertentu, jike diperlukan huruf di bold atau italic, sheet yg tidak perlu di delete, sistematika data dibuat yg logic dst. Itu semua memerlukan kreatifitas. MO bisa berkreasi dg selalu memiliki data yg update di excel ttg customer data motion, report AR dst. Jangan sampai semua kreatifitas itu adanya hanya di sistem SAP, kalau di tanya punyakah data ttg revenue pasti dijawab, “ada di SAP Pak”. Keseluruhan data pelanggan yg mestinya ada di diri kita semua disandarkan pada SAP, seluruh otak kita pindahkan ke SAP sementara kita sendiri kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, perbaharui terus wawasan-pengetahuan,cara-2 kerja. Dunia sudah berubah dengan segala kecepatannya. Jangan sampai untuk membuat surat kepada pelanggan saja masih menggunakan format jaman krisis 1998. Padahal Krisis sendiri sudah masuk ke episode lanjutan di 2008 tetapi untuk membuat surat kita masih seneng banget dengan 1998 yg menggunakan font jadul. Untuk presentasi di prospek besar masih menggunakan power point jaman pertama kali perush ini didirikan. Untung saja sudah tidak menggunakan plastik proyektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yg bisa dijelaskan tentang kreatif dalam bekerja, tetapi setidaknya 4 hal itu dulu saja kali ini. Ingatlah bahwa kita berada di perusahaan jasa yg harus setiap saat memperbaharui tata cara kita melayani pelanggan atau calon pelanggan. Bebaskan pikiran Anda semua dari belenggu-2 masa lalu yg mencengkeram kreatifitas Anda semua. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-6387160161699541882?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/6387160161699541882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/apa-itu-kerja-kreatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6387160161699541882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/6387160161699541882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/apa-itu-kerja-kreatif.html' title='Apa itu kerja kreatif ?'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-349313574274234055</id><published>2010-08-11T06:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T06:33:13.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Make It Simple</title><content type='html'>M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terdengar ungkapan “nggampangke” sebuah ungkapan dari bahasa Jawa yang berarti membuat mudah suatu hal. Sekilas tampak berkonotasi negatif, mencerminkan sikap yang tidak mau ambil pusing, tidak peduli dan cenderung lari dari tanggung jawab. Atau kadang-kadang malah menutupi ketidakberdayaan kita akan suatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, saya sering mendapati bahwa ada problem ditangan si A, tampak begitu rumit dan berbelit, sedangkan bila ditangan si B, tampak begitu enteng dan mudah penyelesainnya. Kenapa ya..? Tidak usah jauh-jauh, contohnya di kehidupan kantor, ketika kita punya problem pekerjaan kita merasakannya berat sekali, tetapi begitu kita konsultasikan dengan atasan ternyata penyelesainnya menjadi gampang dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho kenapa mereka bisa seperti itu? Bisa jadi karena mereka ilmunya lebih banyak dari kita, lebih matang dari kita, cara pandang yang lebih luas, yang jelas bukan berarti lebih tua dari kita..he..he.. usia bukan jaminan man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap kita bisa menyederhanakan segala problem asal tahu ilmunya, sekali lagi tahu ilmunya. Problem nggak bisa beli baju akan sangat tidak berarti apa-apa bagi yang punya duit he..he... Berarti tugas kita selanjutnya adalah Leaning and Doing. Make It Simple don’t Make It Difficult, but Don’t Make It Trouble.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-349313574274234055?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/349313574274234055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/make-it-simple.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/349313574274234055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/349313574274234055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/make-it-simple.html' title='Make It Simple'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-4312838335968879944</id><published>2010-08-11T06:27:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T06:29:31.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Mental Berkelimpahan</title><content type='html'>Oleh : M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh bersyukur sekali kita dipertemukan di tempat kerja ini. Saya dipertemukan dengan orang-orang yang sangat positif. Setidaknya 2 hal yang bisa terlihat, antusiasnya dalam berbagi dengan anak-anak Panti Asuhan, terbuka dan legowonya ketika saling memberikan masukan saat sharing siang ini. Tercatat empat juta seratus lima puluh lima ribu rupiah dalam waktu yang singkat untuk kita berbag. Ini menjadi inspirasi untuk saling menguatkan dan merupakan modal yang semakin bertambah untuk kita meraih masa depan yang semakin gemilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Pak Bambang kemarin sore saat ceramah spiritualnya, bahwa keadaan kita masa kini karena hasil perbuatan di masa lalu, perbuatan di masa kini akan terlihat di masa depan. Sudah siapkah kita dengan hasil di masa depan? Lihatlah perbuatan masa kini. Hukum tabur tuai, sebab akibat, kekekalan energi merupakan hukum alam yang akan selalu berlaku, dimanapun, dan kepada siapapun. Jadi kalau kalau sekarang kita rada-rada eror...he..he..bisa dilihat masa muda dulu lah yau ...Jangan menyalahkan keadaan. TITIK, but to be continued ....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-4312838335968879944?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/4312838335968879944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/mental-berkelimpahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4312838335968879944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4312838335968879944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/mental-berkelimpahan.html' title='Mental Berkelimpahan'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-1400060798775732497</id><published>2010-08-10T04:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T04:47:22.944-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Memuji adalah senjata hebat</title><content type='html'>Memuji adalah senjata hebat&lt;br /&gt;M. Jei&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tak bisa menyembunyikan kegembiraanku, ketika aku dipuji, begitupun sebaliknya…tak bisa berbohong dalam menutupi kegundahan saat di-nyek apalagi dihina salah satu kawan. Barangkali aku mewarisi tradisi-tradisi kuno layaknnya seorang priyayi bangsawan dari keraton, yang selalu ingin di-subyo-subyo. Apakah ini baik? Apakah ini buruk? Aku tidak tahu …yang jelas namanya dipuji telah mengantarkan kegembiraan luar biasa di dada ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah terbayang dampaknya ketika Anda memuji? Oke..lah, mulai ini saja, ingat-ingat dulu, sudah berapa kali Anda memuji pasangan hidup Anda? Seberapa sering memuji rekan kerja Anda. Atau barangkali pernahkan Anda dipuji seseorang yang Anda anggap baik, Anda anggap terhormat, Anda segani, Anda cintai??? Pernahkan Anda merasa dampaknya begitu hebat pada kehidupan Anda??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam segi marketing, dampak pujian sungguh luar biasa, warung sate kecil di pinggiran Blora sana berubah drastis menjadi sangat ramai setelah dikunjungi wakil presiden dan mengatakan enak tenan. Begitupun ada seorang kawan yang ketiban durian runtuh (padahal kalau betulan benjol khan he..he..) ketika para warga mengatakan ... wah si Anu itu waga hebat, maka pantas dijadikan ketua RT. Pujiannya membanggakan dan membuat berbunga-bunga hati tapi efeknya ini lho… jadi ketua RT, salah satu pejabat publik yang paling tidak disukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, puji-memuji…tapi yang jelas apapun bentuknya telah memberikan efek motivasi yang tinggi untuk suatu kegembiraan. Bukankan dengan gembira Anda akan berproduktif???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-1400060798775732497?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/1400060798775732497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/memuji-adalah-senjata-hebat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1400060798775732497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1400060798775732497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/memuji-adalah-senjata-hebat.html' title='Memuji adalah senjata hebat'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-7505769553349870008</id><published>2010-08-10T04:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-10T04:45:25.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Ngikut ber-Prestasi</title><content type='html'>Ngikut ber-Prestasi&lt;br /&gt;M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali membaca koran akhir-akhir ini, selalu disuguhi berita seputar Piala Dunia. Menyenangkan sekali ketika membacanya. Prestasi-prestasi hebat terukir disana. Itu semuanya membuatku iri. Maka akupun tidak mau kalah, pikiranku malayang-layang mencoba mencari mengurai, dan mengumpulkan prestasi-prestasiku dari kecil hingga sekarang. He..he..wah agak susah mencarinya. Akhirnya sambil malu-malu pada diri sendiri, kucatat yang kuanggap sebagai prestasi. Semua kutulis rapih. Setiap kali kondisi agak down, kubaca-baca lagi tuch prestasi agar timbul semangat lagi. Orang kok narsis...begitu kata istriku yang saat ini sedang hamil muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi-prestasiku tentu tidak sebanding dengan prestasi para pesohor dunia itu. Bagaimana bisa sebanding, masak prestasi juara sepakbola sejagat akan sebanding dengan juara catur tingkat RT. Sungguh nggak ada apa-apanya. Dari sisi manapun tidak bisa dibandingkan, apalagi dari sisi hadiah dan uangnya, wow...jauh bagai bumi dan langit...nggak akan ketemu. Tapi masih saja hal itu kubangga-banggakan, paling tidak pernah menjadi juara pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, bila ditelaah lebih jauh para pesohor dunia itu harus melewati jalan yang terjal, licin, berbatu dan banyak rintangan untuk sampai di pulau prestasi nan indah itu. Seorang David Beckham harus berlatih menendang bola siang dan malam untuk sampai pada tembakan pisang yang maut itu. Berlatih-berlatih dan terus berlatih tanpa kenal lelah sampai prestasi tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbah-mbah di lereng gunung sana yang berjalan menyusuri jalan setapak sambil menggendong kayu, teman-teman sekantor yang melejit karirnya, rumah tangga teman yang harmonis, kepiawaian kawan dalam bersosialisasi, kedermawanan sahabat yang tak terhenti, dan segudang prestasi sekitar kita layak menginspirasi kita untuk selalu berdaya, berkekuatan, tak kenal lelah untuk terus bergerak dalam mencapai prestasi-prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana pendapat Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-7505769553349870008?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/7505769553349870008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/ngikut-ber-prestasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/7505769553349870008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/7505769553349870008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/ngikut-ber-prestasi.html' title='Ngikut ber-Prestasi'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-984479577797785272</id><published>2010-08-08T06:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T06:10:57.758-07:00</updated><title type='text'>Pemuas Kelas Wahid</title><content type='html'>Oleh : M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh teori tentang pelayanan ujungnya adalah PUAS. Ternyata kepuasan tidak harus dilakukan oleh orang yang berpendidikan tinggi. Saya sangat kagum dengan salah satu saudara saya yang saat ini sebagai pedagang sapi. Jika dilihat dari pendidikan..sungguh tak layak saya kemukakan. Tapi yang membuat saya terkagum-kagum dan terpana akan sikap beliau. Ya ..Anda betul, pelayanan dia baik. Bukan hanya baik tapi suuaangat buaik, sekali lagi suuaangaat buaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah …saya menceritakan ini setelah saya membaca bukunya James Gwee (bukan James Dwi ….he..he..), yang saya hubung-hubungkan dengan cerita salah satu saudara saya itu dan …gathuk. Begini…suatu waktu ada pelanggan yang datang ke rumah beliau dan bertanya (bahasa kita komplain) perihal sapi yang dibelinya 3 hari yang lalu katanya tidak mau makan dan sakit sehingga kelihatan semakin kurus. Singkat cerita ditengoklah sapi tersebut ke rumah sang pelanggan. Dan ternyata benar adanya, sapi tampak lemah dan sangat memprihatinkan. Apa yang dilakukan sang pedagang. Sapi segera diobati dengan ala kadarnya yang telah disiapkan dari rumah sebelumnya. Tapi keesokan hari kondisi sapi tetap belum mendapat tanda-tanda kesembuhan. Akhirnya sapi dibawa ke kandang dan diperlakukan dengan perawatan yang khusus. Seminggu kemudian sapi sembuh dan sudah kelihatan gemuk. Bukan main senangnya sang pelanggan …cerita dari mulut ke mulut tentang kepuasan ini sedemikian hebohnya di kalangan pecinta sapi, tentu Anda semua bisa menebak khan, betapa sang pedagang semakin kokoh menancapkan kuku eksistensinya sebagai seorang pemuas kelas wahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman… bukankah berbagai dalih bisa dikemukakan saat pelanggan komplain saat sapinya sakit? Pak, mana kuitansinya kalau Bapak pernah beli ke saya. Lho Pak..kalau sapi sudah di rumah Bapak khan, saya tidak tahu bagaimana Bapak memeliharanya..jangan-jangan diberi pakan yang salah? Lho kan tidak ada dalam perjanjian, dlsb. Tapi semua itu tidak dilakukan oleh sang pedagang. Dia hanya berfikir, dengan apa yang dilakukannya pasti pelanggan ini puas. Kepuasannya akan mengantarkan perjalanan saya menuju singgasana kebanggaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyampaikan...Anda yang menyimpulkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-984479577797785272?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/984479577797785272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/pemuas-kelas-wahid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/984479577797785272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/984479577797785272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/pemuas-kelas-wahid.html' title='Pemuas Kelas Wahid'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-1249443824215530845</id><published>2010-08-08T06:05:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T06:08:01.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>I am A Leader</title><content type='html'>Oleh M. Jei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering saya merenungi masa demi masa kehidupan saya. Semasa masa kecil hingga sekarang, lingkungan dimana saya berada, orang tua yang telah melahirkan dan sebagainya. Suatu ketika muncul pertanyaan? Mengapa ada orang kok enak sekali ya ... begitu lahir “oek” sudah menjadi anak raja, menjadi anak presiden dan menjadi anak seorang pemimpin lainnya. Mereka diuntungkan dengan status, ya khan? Ugh... betul-betul enak sekali, dan mulianya dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kembali saya merenung, teringat akan ungkapan suci..”bahwa orang yang paling baik adalah orang yang bertaqwa” Plong rasanya perasaan ini. Berarti sayapun mempunyai peluang yang sama untuk seperti mereka. Bukan seperti mereka tapi justru seperti orang tua mereka. Sebagai seorang raja atau seorang presiden. Mungkinkah? Sangat mungkin!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ya harus menjadi seorang pemimpin jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin? Haruskah menjadi seorang pemimpin yang formal? Berstatus? Menjabat? Di organisasi? Bisa ya bisa tidak. Kata manajemen modern, beberapa syarat menjadi seorang pemimpin harus bervisi, kompeten, profesional dll. Kata Ki Hajar Dewantara pemimpin itu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ilustrasi yang indah tentang seorang pemimpin diceritakan seperti ini. Sekelompok orang yang tersesat di hutan belantara, saling bertengkar dalam  menentukan arah kemana harus dituju. Sebagian mengatakan harus ke kiri, sebagian berkata harus ke kanan, sebagian lagi lurus, dan sebagian yang lain mengatakan harus kembali. Pertengkaran begitu hebat, namun tidak menghasilkan penyelesaian, karena semua juga tidak yakin akan pendapatnya. Tiba-tiba ada salah seorang diantara mereka tiba-tiba mencari pohon yang paling tinggi dan memanjatnya. Setelah itu dia turun dan berkata, kita harus ke arah sebelah sana karena disana ada sungai, dan nanti kita telusuri sungai itu, kita tahu di sekitar sungai biasanya ada perkampungan penduduk dan kita pasti selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, sudahkan terdetik dalam diri akan karakter seorang pemimpin, meskipun sedikit. Setiap diri adalah pemimpin. Memimpin diri sendiri juga tidak kalah susah memimpin orang lain, ya khan? Memimpin lisan untuk tidak ngarasani saja susah..he..he..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-1249443824215530845?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/1249443824215530845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/i-am-leader.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1249443824215530845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/1249443824215530845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/i-am-leader.html' title='I am A Leader'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-9010317045722183689</id><published>2010-08-06T06:26:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T06:27:46.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Aduang Polose</title><content type='html'>Dear friends,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar kita barangkali judul diatas masih terasa asing di pendengaran. Jangan dikira bahwa 2 kata tersebut adalah bahasa kawan-2 beta dari Maluku layaknya sebutan indah bagi mereka yakni Ambon Manise, sekali lagi bukan. Inilah khazanah luas negeri kita tercinta, bahwa aduang polose adalah ungkapan dari tiyang sahabat-2 kita yg tinggal di pulau Dewata. Kata tersebut menunjuk pada istilah dalam bahasa Bali yg artinya kurang lebih artinya adalah polos-polos saja, polosan saja atau apa adanya. Jika dimaknakan dlm aktifitas maka 2 kata tersebut bisa diartikan berperilaku, melakukan sesuatu atau menghadapi sesuatu dengan hanya apa adanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian cewek barangkali akan sangat senang jika memiliki cowok yg selalu bisa bersikap aduang polose alias apa adanya. Kebetulan lagi tidak punya pulsa ya dg polosnya mengatakan “Maaf ya gak bisa telephone …bisanya cumi alias cuma miscall “. Lain hari si cowok bercerita juga dg apa adanya “ eh kemarin ada cewek langsung tak gandeng tak kira kamu, eh ternyata cumi alias cuma mirip”. Begitulah sebuah kepolosan dalam satu sisi menunjukkan sifat benar adanya, asli sesungguhnya, demikianlah kanyataannya, yg dalam banyak hal memberikan dampak positif secara psikologis yakni dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi disekuel yang lain jika seorang anak buah diminta atasannya untuk mengerjakan sebuah laporan menggunakan format microsoft excel dengan sedikit saja formula standar lalu menjawab “ wah maaf sekali Pak, bukannya apa-2 tapi sekali lagi maaf …saya gak bisa program  excel, kalau perbaiki engsel bisa Pak”. Terus apa kira-2 pikir atasannya ? bisa-bisa sang atasan mengumpat “ memang polos sih anak buah satu ini…rasanya lebih cocok jualan pecel !?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau contoh yg lebih polos lagi ? OK, saat Temon baru masuk menjadi karyawan di sebuah perusahaan kurir, sang Bos ingin sekali memberikan motivasi kerja kepadanya dengan mengatakan “Temon, kesuksesan itu dibangun di atas impian”. Temon tampak manggut-2 dan menyimak betul ucapan sang Bos ini. Sejenak selesai dari sesi motivasi tersebut Temon keluar ruangan dan masuk ruang kerja Abdel langsung mencari tempat duduk yg kosong dan siap-2 untuk tidur. Melihat gelagat aneh Temon ini, Abdel mendekat dan bertanya, ” Eh ini kerja koq kamu malah mau tidur ?”. Temon menimpali ” Saya disuruh Bos barusan. Kata Bos bahwa kesuksesan itu dibangun diatas impian. Bagaimana mau mimpi kalau tidak tidur ? sudahlah saya mau membangun kesuksesan dulu” katanya. Begitulah cerita sinetron komedi Abdel dan Temon tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah sikap polos dan apa adanya sebagaimana sifat-2 lain juga mengandung tidak hanya aspek yg tunggal yaitu sisi positif saja tetapi juga terkandung sisi kekuranganya. Nah dlm konteks kita bekerja-berkarir ini bagaimana kita menyikapi-mengendalikan unsur kepolosan yg ada dalam diri kita ini ? (lho memangnya masih ada yg polos-2 saja ya ?). Kita coba pelajari bersama yuk….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermawan Kartajaya, seorang pakar pemasaran yg diakui sebagai salah satu dari 50 guru pemasaran dunia dalam bukunya “Marketing Yourself” menuliskan pentingnya mengelola apa yg kita miliki untuk menjadi nilai besar dalam menapaki kesuksesan berkarir. Sebagaimana lazimnya pakar pemasaran, maka ia juga menyatakan bahwa kita ini pada dasarnya sama juga dengan sebuah produk. Agar produk itu laku maka harus dilakukanlah kegiatan pemasaran. “Lho apakah kita disarankan untuk jual diri Pak ? “ wah jangan berkonotasi yg negative dulu deh…bukan itu maksudnya. Betul ada unsur “menjual-nya” sih tapi bukan secara vulgar fisik kita, bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, layaknya perusahaan yg memiliki sumber daya untuk berproduksi, misal : adanya SDM-2 yg qualified, adanya organisasi yg tertata sistematis, adanya teknologi yg memungkinkan proses menjadi baik dsb. Diri kita ini juga dibekali oleh Yang Maha Pemurah dengan sumber daya yang berkelimpahan dan sumber daya inilah yg harus dipasarkan kepada stake holder kita supaya laku. Apa saja itu ? ada pengalaman kerja atau pengalaman hidup, pendidikan, talenta alias bakat yg bisa diberdayakan untuk menghasilkan sesuatu. Juga semangat kerja, waktu, ketrampilan, koneksi dll dst. Nah, supaya semua sumber daya itu menjadi berarti maka harus diubah menjadi apa yg disebut sebagai kompetensi inti ( core competency ). Artinya bahwa talenta yg kita miliki ini kita berdayakan dengan maksimal, semangat kerja yg melekat ini kita jadikan sebagai pemacu-pemicu kinerja yg optimal dan konsisten. Sehingga akhirnya kompetensi itu menjadi sebuah keunggulan untuk bersaing dengan menjadikannya sebagai nilai atau value. Bukankah dalam konteks produk, sebenarnya yg dibeli oleh pelanggan itu adalah value ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gampangnya kita berikan gambaran begini, seorang petani kopi diperkebunan memetik biji-2 kopi lalu diproses-dikeringkan terus diwadahi karung dibawa ke pasar untuk dijual kiloan akhirnya laku menghasilan duit. Di tempat lain ada pengusaha yang tidak punya kebun kopi tetapi membeli kopi dari petani lalu diproses-dikeringkan di seleksi dan di kantongi yg rapi diberi label “ Kapal Api” juga menghasilkan duit. Di sudut belahan yg lain lagi ada pengusaha juga yg membeli kopi diproses lebih modern di packing lebih menarik, dijual di sebuah café yg OK banget dan diberi merek “Starbucks” juga mendapatkan duit. Sama-sama menjual kopi, kira-2 mana yg harganya lebih mahal ? tentu jawabannya adalah kopi Starbucks, kenapa ? karena kopi itu bukan kopi polosan alias komoditas belaka. Ini kopi sudah di jual melalui proses pembentukan value dan bukan dijual ala aduang polose. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain bisa kita dapati pada produk “Gulaku”. Mengapa kita mau membeli gula yg lebih mahal hanya karena ada merek ”Gulaku” ? kenapa sama-2 gula koq tidak lagi membeli kiloan di toko sebelah kayak dulu ? Yap betul sekali, karena didalamnya mengandung unsur value. Bukan didalam kandungan gulanya ada tertulis komposisi terdiri dari bahan yg disebut value, bukan itu ( dan jangan dilihat di kemasannya lalu dicari apa ada bahan yg namanya value itu). Artinya bagi sebagian kita membeli ”Gulaku” karena lebih higienis, lebih bersih, lebih tepat ukurannya, lebih meyakinkan rasanya dsb dst. Itulah yg disebut value.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kembali pada pembahasan tentang diri kita diatas, bagaimana ini menyikapinya ? mau jualan komoditas ataukah value ? Rasanya pilihan koq lebih tepat bagi kita untuk berkarir-bekerja-memposisikan diri adalah dengan semaksimal mungkin memberdayakan sumber daya yg kita miliki untuk menciptakan value sehingga kita akan “dihargai” lebih mahal. Bukan bekerja ala kadarnya-apa adanya sebagaimana produk komoditas alias bekerja versi aduang polose.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-9010317045722183689?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/9010317045722183689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/aduang-polose.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/9010317045722183689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/9010317045722183689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/aduang-polose.html' title='Aduang Polose'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-2336418036832739889</id><published>2010-08-06T06:21:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T06:22:07.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Pelayanan Judes</title><content type='html'>Saya mendapati suatu toko yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang barang-barangnya lumayan murah bila dibandingkan dengan yang lain. Di samping itu si pemilik toko juga membuka usaha lain di bidang jasa laundry pakaian kiloan. Secara proses, dan hasil si empunya ini mempunyai nilai produk yang bagus. Dengan harga yang murah konsumen bisa mendapatkan barang dengan kualitas yang sama bila dibandingkan dengan toko yang lain. Juga untuk hasil jasa laundrynya, harga bersaing, hasilnya bagus, dan servicenya cepat serta janjinya ditepati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berani bertaruh bahwa yang ada dalam benak Anda, pastilah dugaan bahwa toko dan usaha laundrynya sangat ramai oleh pesanan dan konsumen. Ya..Anda memang tidak salah, bahwa usahanya sangat ramai……pada awalnya. Lho… kenapa memang? Dalam proses perjalanannya, rata-rata konsumen merasakan adanya hal yang mengganggu hati mereka. Apakah itu? Sesuatu yang telah mengubah suatu kualitas bagus menjadi dijauhi. “Ah..enggak ah, kalau nggak kepepet aku nggak akan beli disana. Lebih baik mahal dikit deh daripada sakit ati. Mana mungkin ibunya Andre beli disana lagi.” Begitulah komentar-komentar miring mereka yang merasa kecewa pada akhirnya. Saya coba tanya, kenapa kok tidak mau lagi membeli atau me-laundrykan ke tempat itu. Ternyata hanya satu kata yang membuat mereka enggan kesana. Yaitu “Judes”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-2336418036832739889?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/2336418036832739889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/pelayanan-judes.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2336418036832739889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/2336418036832739889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/pelayanan-judes.html' title='Pelayanan Judes'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-8893991942223457037</id><published>2010-08-05T08:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T08:09:29.688-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Asal dan bukan Asal-asalan</title><content type='html'>Dear friends,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keseharian kita, kata “asal” setidaknya memiliki 2 pengertian makna. Makna pertama dari kata ”asal” adalah awal mula, dan dalam konteks pembicaraan yg sering kita temui adalah pada saat kita mengenal orang yang baru kita temui. Pertanyaan kita biasanya adalah, ”asal dari mana Dik ?”, atau ”lho orang tua memangnya dari mana asalnya koq bisa sampai disini?”. Bisa juga saat melihat benda-2 yg antik, biasanya kata asal juga digunakan untuk menanyakan dari mana benda ini didapat awalnya, misal ”patung antik ini dari mana asalnya ya ?” dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna kedua dari kata ”asal” adalah sembarang, sekedar, sekenanya dan makna yang sejenisnya. Misal ada yg tanya, ”dari mana kamu dapatkan cewek secantik itu ?” lalu dijawab ”ya asal sambit aja di jalan”. Atau juga ”lha kamu sih asal saja....makanya hasilnya kayak gini”, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi beberapa tahun lalu ada sedikit ekstensi makna kata ”asal”, yakni berarti sesuatu yg lucu dan aneh. Masih ingat acara yang di presenteri oleh almarhum Taufiq Savalas ? ya, dia menjadi host acara komedi di salah satu stasiun TV yg di namai ”asal”. Disana ditampilkan berbagai tampilan yg aneh dan lucu, mulai dari yang mirip-2 wajah artis maupun atraksi yang aneh-2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, makna mana yang akan di ulas tulisan hari ini ? lebih enak yg dekat-2 aja dengan keseharian pekerjaan kita deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Mari kita renungkan, barangkali diantara kita ada yg pernah (semoga tidak sering) berpikir, ”ah asal gak terlambat masuk kantor sudah lumayan”, atau ”yang penting kalo meeting asal gak kelihatan ngantuk saja sudah bagus koq”. Mungkin ada juga yang ” yah...asal keluar kantor jam 11 siang puter-2 sebentar balik jam 3 sore kalo pas dapat prospek wis ngalkamdulillah banget”. ”asal bisa kirim laporan gak telat amat, sudah syukur deh..semoga gak di cek atasan”. Bisa juga ada yg bilang ”sudahlah yang penting asal setor muka serius pasti dikira kerja keras koq”, dsb dst dan asal-2 yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Tetapi misal ada yang (mohon maaaaf banget nih ya.. ) sempat berpikir atau berperilaku yg demikian itu, apakah juga pernah berpikir ”asal’ itu dengan angel atau sudut pandang yang berikut ini ya ? misal, ”pokoknya nih ya..saya ini asal gajian gak sampe telat seminggu aja sudah syukuuur banget”. Atau nih ”sudahlah asal gak kena PHK saja mau golongan gak dinaikkan sampe 10 tahun, saya ini sudah senang disini”. Atau ada lagi nih ” asal gak di potong saja gajiku ini..gak naik-2pun aku bisa ngerti banget koq dengan perusahaan ini”. Top banget nih yang ginian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang mari kita cek, antara paragraf no.1 dan no. 2 diatas jika dibandingkan kira-2 kecenderungan kita dalam bekerja itu lebih sesuai dengan yang mana ya ? terus jika ada pertanyaan kalau kita itu bertendensi lebih cocok dengan paragraf no. 1 tetapi kita tidak setuju alias menolak tindakan paragraf no.2, bagaimana kira-2 ya ? Artinya, mau bekerja dengan cara abal-abal tetapi tidak mau hasil yang asal-asal. Khan lucu bin aneh jadinya ? kalau saja Taufiq Savalas masih hidup barangkali kita bisa jadi bintang tamunya untuk turut memeriahkan acara ”asal”. Karena tingkah polah demikian itu sungguh menggelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang benar kita berperilaku demikian ( amit-amit semoga tidak sih...), seandadinya para stake holder kita dirumah bertanya, ”kenapa sih Pak/Bu/Mas/Mbak/Kak/Ayu/Bli/Mbok dll....karirnya koq dari jadul sampai sekarang begini-2 saja ?”. Dan kita dengan mantap menjawab. ” ketahuilah wahai para stake holder-ku bahwa kalau aku pergi pagi-pulang sore itu sebenarnya hanya untuk mengejar status asal bekerja” . Lalu para pemangku kepentingan tersebut serempak mengucap “Haaaah.....L ” (sambil sayup-sayup terdengar sound track lagu Nugie mengalun...tertipuuuuuu...).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-8893991942223457037?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/8893991942223457037/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/asal-dan-bukan-asal-asalan_05.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8893991942223457037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/8893991942223457037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/asal-dan-bukan-asal-asalan_05.html' title='Asal dan bukan Asal-asalan'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-7363656010987625476</id><published>2010-08-01T07:03:00.001-07:00</published><updated>2010-08-05T08:30:18.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Menghormati yang Lebih</title><content type='html'>Oleh : Sujadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya mendapati seseorang yang begitu getol untuk memperebutkan jabatan Kepala Desa. Beberapa kali dia mengikuti pemilihan, tetapi tak satupun dewi fortuna menghampirinya. Sudah banyak harta benda yang tersita kesana. Pada suatu kesempatan iseng-iseng saya bertanya. Pak, apa sih yang membuat “sampean” begitu bernafsu menjadi kepala desa. Apa ingin dapat proyek? Apa biar dapat bengkok? Atau apa sih pak? Begitu tanya saya beruntun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas…kamu belum sampai kesana untuk mengetahuinya? Begitu dia membuka jawaban. Belum sampai kesana? Memangnya sampai mana sih Pak? Tanya saya lagi. Ya tentu kamu belum bisa mengerti, bahwa saya itu tidak mengejar materi, proyek dan lain-lain…tetapi saya hanya ingin di panggil Pak Lurah. Saya memang tidak mengerti arti jawabannya saat itu, tetapi belakangan saya menyadari bahwa si Bapak itu kemungkinan ingin lebih dihormati dengan cara dipanggil Pak Lurah. Sebutan Pak Lurah begitu agung dimatanya. Terbayang sapa-sapa disetiap acara dan kesempatan terasa begitu indahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap waktu saya banyak mengamati bahkan merasakan, bahwa seseorang akan ditempatkan pada posisi tertentu karena dia mempunyai kelebihan. Dihormati lebih. Tetapi dalam kenyataan juga penghormatan itu ada yang bersifat keterpaksaan dan ketulusan. Menghormati yang lebih tua, menghormati yang lebih berpangkat, menghormati yang lebih berharta, menghormati yang lebih berilmu, menghormati yang lebih santun, menghormati yang lebih kuat dan lain-lain. Menjadi insan yang mempunyai kelebihan, salah satu prasyarat untuk dihormati orang. Bila negara, Singapura contoh baiknya. Betapa banyak kelebihan di negara kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya kehormatan itu bisa dicapai dengan terus belajar, mengasah ketrampilan, merubah sikap ke arah yang lebih baik dan positif. Agar penghormatan yang kita terima merupakan penghormatan ketulusan bukan penghormatan keterpaksaan apalagi ketakutan. Dan itu semua tanpa arti bila tidak dilandasi rasa penghambaan pada yang Maha Mengerti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-7363656010987625476?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/7363656010987625476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/menghormati-yang-lebih.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/7363656010987625476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/7363656010987625476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/08/menghormati-yang-lebih.html' title='Menghormati yang Lebih'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-7614838284250745649</id><published>2010-07-31T16:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T05:10:52.759-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cacatan Cantik Seorang Sahabat &quot;Anang Yunianto&quot;'/><title type='text'>Negeri Terpercaya Meski Minim Sumber Daya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mxhg7m9rC1s/TFS3rz8Dh3I/AAAAAAAAAB0/FkXIpRV68fs/s1600/singapura.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mxhg7m9rC1s/TFS3rz8Dh3I/AAAAAAAAAB0/FkXIpRV68fs/s320/singapura.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500223008230573938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Catatan cantik seorang sahabat "Anang Yunianto"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear friends,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan perjalanan bersama banyak kolega 2 minggu lalu ke 2 kota ( Beijing, Shanghai) di negara yang saat ini secara de facto adalah penguasa ekonomi dunia ( baca: China ), kami harus transit terlebih dahulu di sebuah negeri kota yang sudah sangat terkenal yakni Singapura. Selama waktu transit sekitar 3 jam kami gunakan untuk melihat-lihat dan mengagumi keindahan arsitektur, tata letak, kelengkapan sebuah tempat yg sejatinya adalah terminal pesawat tetapi bak sebuah mall yang di negeri kita saja belum pernah saya jumpai megahnya. Meski sudah beberapa kali singgah disana tetapi tetap saja keindahan – kerapihan – kelengkapan - keteraturannya senantiasa terus mengundang kekaguman saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar kita, sudah sangat mahfum bahwa negeri singa ini sangat dikenal sebagai salah satu pusat atau juga hub (penghubung) perdagangan dunia. Terlihat berbagai kantor perwakilan perusahaan top dunia ( Multi National Corporations ) bercokol disana. Belum lagi sederetan gedung galeri dari merek-2 favourite tergelar di sepanjang jalan yg dikenal Orchad Road. Kota ini sangat rapi – bersih dan di huni oleh orang-orang yang memiliki disiplin tinggi. Kitapun mengenal joke bahwa orang-2 Indonesia yang biasanya sulit untuk berlaku disiplin, tetapi begitu masuk kota ini langsung berubah menjadi orang yang sangat disiplin luar biasa. Bisa jadi karena takut akan denda atau karena malu dilihat sebagai mahkluk asing mirip Tarzan masuk kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara segudang cerita tentang kehebatan negeri kota itu, satu hal yang ingin saya ceritakan kali ini dan makin menambah kekagumam saya kepada negeri ini adalah tentang bisa dipercayanya warga negeri ini.&lt;br /&gt;Ceritanya, sewaktu balik kembali dari Shanghai dan transit kembali di Changi Airport Singapura, saya dan ke-3 kolega sengaja menyusur terminal 3 menuju terminal 2 dengan berjalan kaki sepanjang lorong bandara (yang semestinya bisa dengan naik kereta listrik shuttle). Karena sudah masuk jadwal lunch, maka kami mampir di food court di terminal 1 yang terletak diantara terminal 3 dan 2. Di tempat yang berada di lantai 2 tersebut kami langsung menyerbu stand yang menjual masakan Indonesia disana yakni Nasi Padaang. Sambil duduk bercengkerama menikmati masakan yang terasa nikmat setelah beberapa hari tidak merasakan masakan Indonesia, saya letakkan tas kecil saya yang berisi passport, tiket Singapura-Jakarta, handycam dan beberapa dokumen lain dengan menggantungkannya di sandaran pendek kursi saya. Selesai makan kami kembali menyusuri lorong etalase mewah menuju terminal 2 dengan sesekali masuk toko melihat-lihat dan membandingkan harga produk yang dijual disana. Ada yang cocok dan saya beli untuk souvenir keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan sekitar 20 menit dari foodcourt, barulah saya sadar bahwa tas kecil hitam tidak lagi bersama saya. Saya tanya ke kolega tidak ada yang tahu atau merasa membawa. Stress benar dibuatnya. Tanpa passport-tiket mau jadi apa disana ? kami berlari-2 masuk ke toko-2 yang kami sempat masuki dan menanyakan apakah ada tas tertinggal disana. Semua dijawab tidak ada. Akhirnya kami berpikir mungkin tertinggal di foodcourt tempat makan tadi. Kami berdua saja berlari secepatnya ke arah foodcourt dan menuju kursi tempat saya duduki. Disana kami temui petugas kebersihan sudah membersihkan meja dan kursi. Tas yang saya harapkan ada disana sudah tidak terlihat barangnya. Tetapi begitu pandangan saya alihkan ke petugas kasir dan officer foodcourt, alhamdulillah ternyata tas saya disimpan dengan baik oleh petugas tersebut dengan keadaan yang lengkap tanpa kurang apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasakan ini sebuah keajaiban yang nyata. Ajaib karena di negeri kita sulit untuk menemukannya, tetapi nyata karena faktanya saya mengalaminya. Dalam perjalanan ke Jakarta, tidak henti-hentinya pengalaman ini saya renungkan-coba tarik ke area yang lebih besar terhadap kehebatan negeri ini. Bisa jadi negeri yang secara sumber daya ( alam maupun manusia ) yang sangat minim tetapi digdaya secara ekonomi disebabkan perilaku warganya yang disiplin – taat dan terpercaya. Saya dan kolega berkelakar kalau saja ini terjadi di bandara kita, apa jadinya ? sebuah kejadian yang tak akan saya lewatkan begitu saja tanpa memaknainya. Kepercayaan adalah modal yang sangat luar biasa. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-7614838284250745649?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/7614838284250745649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/07/catatan-cantik-seorang-sahabat-anang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/7614838284250745649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/7614838284250745649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/07/catatan-cantik-seorang-sahabat-anang.html' title='Negeri Terpercaya Meski Minim Sumber Daya'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mxhg7m9rC1s/TFS3rz8Dh3I/AAAAAAAAAB0/FkXIpRV68fs/s72-c/singapura.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7276536644134101450.post-4179221726209665248</id><published>2010-07-10T03:24:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T08:30:45.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Inspiratif - Ekspresi Sujadi'/><title type='text'>Anda adalah Orang Penting</title><content type='html'>Oleh : Sujadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari minggu kemarin kumengantar anakku mengikuti lomba mewarnai tingkat TK yang diselenggarakan oleh salah satu dealer sepeda motor terkenal di kota Semarang. Area penuh sesak oleh para pengantar sehingga udara menjadi panas, terlebih lagi aku termasuk orang yang paling tidak suka menunggu-nunggu suatu hal, suasana betul-betul terasa gerah buatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kegelisahan mulai menyapa, tiba-tiba aku dikejutkan oleh seseorang. Orang ini biasa saja, postur tubuhnya sedang berumur kira-kira 60an tahun, namun berpenampilan bersih dan sangat sopan. Orang ini membuatku berbunga-bunga dan tersanjung, karena aku merasa sangat dihormatinya, meskipun beliau lebih tua dariku. Ku menduga bapak ini nampaknya orang yang sangat bijaksana dan seorang pemimpin yang disegani. Mununggu juga mas? Sapanya. Ia Pak, Bapak juga? Tanyaku membalasnya. Ini saya sedang mengantar cucu saya ikutan lomba ini. Akhirnya kami asyik terlibat pembicaraan yang ringan sambil menikmati lagu-lagu dangdut koplo dari orkes melayu yang biduannya berpakaian ngirit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang membuatku begitu menikmati percakapan itu? Sehingga aku akan merasa sangat menyesal jika tidak berbagi dengan Anda semua. Bapak ini ternyata dulunya adalah seorang tukang kebun/tukang sapu di salah satu SD negeri di suatu desa eks karesidenan Solo. 25 tahun sudah mengabdi menjadi seorang tukang kebun di SD itu. Tetapi bukan jenis pekerjaan dan profesi Bapak itu yang ingin kuceritakan, namun sisi lain yang sangat menarik. Kumerasa heran sekali kepada Bapak ini, mengapa beliau begitu bangga menjalani pekerjaan itu, sementara sebagian orang memandang sebelah mata. Pastilah Bapak ini salah satu makhluk Tuhan yang sering menggerutu, meratapi nasibnya karena pekerjaan itu, kebosanan dan kejenuhan menjadi teman akrab sehari-harinya. Ya sangat membosankan sekali. Begitu dalam benakku saat itu. Untuk menambah asykinya ngobrol kuberanikan diri untuk bertanya "Pak, apakah Bapak tidak bosan dengan pekerjaan itu Pak?" Ketika Bapak ini menjawab, sungguh aku mendapatkan jawaban di luar dugaan dan menyadarkanku akan kebodohan dan kepicikanku. Aku keliru menilai seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas, dari pertanyaan mas dan pendapat sampeyan, terlihat betul mas Jadi kurang paham akan hakekat pekerjaan saya. Saya sangat bangga dan menyenangi pekerjaan menjadi tukang sapu mas, karena saya tahu mas dari sekolah ini akan lahir seorang pemimpin, pemimpin untuk dirinya sendiri untuk keluarganya, untuk organisasinya bahkan untuk negaranya. Maka jika saya melaksanakan pekerjaan itu dengan penuh tanggung jawab maka hasilnyapun akan baik, murid belajar dengan nyaman dan tenang, begitupun para guru akan mengajar dengan senang. Jika suatu saat ada salah seorang yang berhasil dari tempat saya bekerja di SD itu, maka saya ikut bangga telah menjadi bagian dari proses perjalanan dia, biarlah itu menjadi bagian amal baik saya. Mak nyess....kata-katanya, telah menyiram batinku saat itu. Bapak ini penuh nilai dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kiranya, ternyata setiap orang adalah penting, yang tingkat pentingnya itu tidak bisa dibanding-bandingkan antara yang satu dengan yang lain. Carilah nilai di setiap posisi Anda, sebagai pedoman hakekat dalam berbuat, niscaya Anda akan merasa penting dimanapun Anda berada.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7276536644134101450-4179221726209665248?l=sujadijadi-multisales.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/feeds/4179221726209665248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/07/anda-adalah-orang-penting.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4179221726209665248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7276536644134101450/posts/default/4179221726209665248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sujadijadi-multisales.blogspot.com/2010/07/anda-adalah-orang-penting.html' title='Anda adalah Orang Penting'/><author><name>Sujadijadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/-INmvLhbadqg/TXZXiB0t6jI/AAAAAAAAAFE/phFGt-KedhQ/s220/foto%2Bsujadi%2Bpakai%2Bjas.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry></feed>
